by

Pelaku Usaha Dinilai Belum Taat PPKM

beritakotaambon.com – Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menilai, masih banyak pelaku usaha yang belum taat protokol kesehatan yang tertuang dalam Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro level III.

“Tapi ada juga pelaku usaha yang memang kepala batu. Kepala batu itu yang harus ditoki pakai martelu (palu). Itu untuk mengedukasi,” canda Richard, di sela-sela konferensi pers, di ruang Vlesingen lantai II, Balaikota, Selasa (24/8).

Diakuinya, sejauh ini Pemerintah Kota Ambon lewat Satgas Covid-19 tidak memberikan sanksi kepada tempat-tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan. Karena langkah persuasif dianggap lebih tepat.

“Sanksi selama ini kita laksanakan itu bentuk teguran. Kenapa, psikologis masyarakat lagi down. Jadi kalau mereka sudah down dengan usaha terbatas, terus tambah sanksi secara tegas, maka itu berdampak pada keterpurukan,” sebutnya.

Baca juga:
BPOM Pastikan Produk Vaksinasi Aman

Menurutnya, saat ini tempat usaha di Kota Ambon tidak berani melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah. Hal Itu karena pendekatan yang dilakukan tim Satgas, dengan pemilik-pemilik tempat usaha.

“Pendekatan dengan Satgas, sampai sekarang tidak ada yang terkesan melanggar aturan protokol kesehatan. Semua terima dengan penuh suka cita. Dan ini harus kita apresiasi,” sebutnya.

Dikatakan, Pemerintah Kota Ambon telah memperpanjang PPKM level III sampai dengan 6 September 2021 mendatang. Dalam penerapan kelanjutan ini, ada beberapa sektor usaha yang diberikan kelonggaran untuk beroperasi.

Diantaranya bioskop, karaoke, wahana anak di mall, futsal termasuk tempat Fitness. “Tapi kapasitas 25 persen. Karaoke diijinkan buka dari jam 3 sampai 11 malam. Lainnya disesuaikan dengan waktu sebelumnya,” terangnya.

Meskipun dilonggarkan, mantan anggota DPRD Maluku ini pastikan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan lewat operasi yustisi malam. Sehingga kebijakan yang sudah diatur tersebut dijalankan dengan sungguh oleh semua pelaku usaha. (IAN)

Comment