by

Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Tidak Maksimal Era Bupati Tagop

BURU-BKA, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru Selatan, menemukan pelayanan kesehatan dan pendidikan tidak berbanding lurus dengan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan.

Hal tersebut terungkap saat Anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan melakukan monitoring penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Buru Selatan, khususnya di Kecamatan Kepala Madan, pekan lalu.

Monitoring itu dilakukan dalam rangka mengumpulkan data lapangan, untuk pembahasan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, tahun anggaran 2020.

Ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan, Muhajir Bahta, menyampaikan, hasil dari monitoring 20 anggota DPRD Buru Selatan di Kecamatan Kepala Madan dalam rangka untuk mendapatkan informasi-informasi dari bawah, baik informasi penyelenggaraan pemerintahan maupun informasi pembangunan infrastruktur yang sudah dianggarkan pada tahun 2020.

“Kenapa kami ingin langsung berada pada titik yang paling bawah dengan melihat objek pembangunan, karena memang selama ini kami melihat bahwa kelemahan pemerintah daerah adalah pada titik memonitoring seluruh aktivitas pembangunan,” kata Muhajir, kepada BeritaKota Ambon, Sabtu (7/8).

Dari monitoring yang dilakukan itu, UPTD Dinas Pendidikan di Kecamatan Kepala Madan tidak ada operasionalnya. Otomatis UPTD Dinas Pendidikan disana tidak dapat memaksimalkan fungsi pengawasannya.

“Pelayanan pendidikan tidak berbanding lurus dengan pembangunan infrastruktur pendidikan. Ada satu sekolah hanya satu guru PNS dan semua guru-guru berijazah SMA. Bagimana kualitas mutu pendidikan kita mengejar lebih maju ke depan, sementara tenaga pengajar pendidikan kita tidak memenuhi standar,” ujar dia.

Wakil rakyat dari Partai NasDem ini juga mengungkapkan, pelayan rumah sakit di Fogi dan Puskesmas di Biloro juga tidak maksimal. Padahal, anggaran pembangunan rumah sakit di Fogi itu untuk rumah sakit yang cukup megah. Sedangkan Puskesmas di Biloro dianggarkan sebagai puskesmas bertaraf nasional.

“Tapi pelayanan disana (Kepala Madan) juga (tidak maksimal). Bahkan masyarakat Kepala Madan lebih memilih ke Namlea (Kabupaten Buru). Ini sesuatu kondisi yang ironis, yang mana pelayanan kesehatan tidak berbanding lurus dengan pembangunan infrastruktur,” ungkapnya.

Menurut dia, ini semua persoalan itu tidak akan ditemukan, jika anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan hanya duduk diam di kantor.

“Hal tidak akan didapatkan jika hanya duduk diam, lalu bertopang dagu, lalu duduk di kursi, lalu rapat, SKPD datang sampaikan asal bapak (Bupati Tagop) senang. Kita ketemu, Bupati hanya menyampaikan pesan moral saja. Bukan sebatas itu,” tegasnya.

Namun saat ini, anggota DPRD Buru Selatan telah berkomitmen untuk mengawal ketat pasangan Safitri Malik Soulisa dan Gerson Eliaser Selsily sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan periode 2021-2026.

“Kita akan kawal secara ketat. Seluruh proyek pembangunan fisik, akan kami kawal. Ada pihak ketiga yang mencoba main-main, akan kami laporkan ke Kejaksaan, Kepolisian dan KPK. Karena kami juga tidak mau dicap gagal dalam mengawasi aktivitas pembangunan di Buru Selatan,” terangnya.

Untuk itu, terkait LPJ Bupati Buru Selatan tahun anggaran 2020, kata Muhajir, akan dikondisikan dengan hasil monitoring yang dilakukan. Sehingga berbagai aspirasi masyarakat, akan dijadikan rekomendasi.

“Jadi LPJ ini kami akan putuskan dengan menyerap seluruh aspirasi pembangunan di semua kecamatan. Ini akan kami tuangkan dan rekomendasikan, baik kepada pihak-pihak berwajib apabila pihak-pihak ketiga tidak beres dalam melakukan pekerjaannya,” tuturnya.

Dia menambahkan, langkah ini dilakukan demi kemajuan Kabupaten Buru Selatan yang telah berusia 13 tahun.”

“Kami ingin Buru Selatan lebih baik ke depan. Kami mendukung penuh pemerintahan Safitri-Gerson ini untuk mengurus Buru Selatan lebih baik lagi. Sehingga DPRD diawal pemerintahan Ibu Safitri ini, kami agak berbeda dalam pola main untuk mengawasi pemerintah daerah ini,” pungkasnya.(MSR)

Comment