by

Pelayanan RSUD Cenderawasih Dobo Dinilai Buruk

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dibawah komando Bupati Johan Gonga dan Muin Sogalrey, berupaya memperbaiki pelayanan terhadap masyarakat di segala bidang. Naasnya, belum seluruh jajaran birokrasi mampu memperbaiki pelayanan masyarakat.

Ini terlihat pada pelayanan kesehatan di RSUD Cenderawasih Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, terhadap salah satu pasien bernama Adolop Kolapupin (58) yang menderita sakit struk.
Menurut keluarga pasien, pelayanan kesehatan yang di lakukan RSUD Cendrawasih Dobo belum sepenuhnya berorientasi pada suatu pelayanan publik yang baik.

“Kami sebagai pihak keluarga dari bapak Adolop, sangat kecewa dengan sistim pelayanan kesehatan yang diberikan pihak RSUD terhadap bapak kami. Ini pelayanan buruk,” ungkap salah satu keluarga Adolop, Makdalena Djilarpoin, kepada koran ini, Rabu (6/1).

Menurut Magdalena, selama kurang lebih 7 jam pasien (Adolop Kulapupin) diterlantarkan tanpa ada satu petugas kesehatan yang datang untuk memberikan pelayanan kesehatan. Padahal, pasien pada saat itu sangat membutuhkan penanganan medis.

Bukan saja itu, tambah dia, ruangan yang disediakan juga tidak layak karena banyak kotoran yang menimbulkan bau tak sedap. Bahkan tempat tidurpun tak layak untuk ditiduri karena kotor dan tanpa sarung (sprey).

“Jujur kami kecewa dengan pelayanan kesehatan seperti ini. Masa orang tua kami diterlantarkan lama seperti itu di ruangan rawat inap yang tidak layak. Banyak kotoran yang menimbulkan bau tak sedap,” kesalnya.

Diketahui, pasien Adolop Kulapupin yang terserang penyakit struk itu, tiba-tiba mengalami perdarahan dari mulut dan hidung sehingga dilarikan ke RSUD Cenderawasih Dobo. Saat tiba di RSUD Cenderawasih Dobo sekitar pukul 10.30 WIT, pasien langsung mendapat penanganan medis di UGD.
Namun, pihak RSUD bersikeras bahwa sesuai protokol kesehatan, pasien Adolop Kulapupin harus lakukan rapid tes Covid-19. Dan hasilnya terkonfirmasi reaktif Covid-19, sehingga harus dirawat di salah satu ruangan baru, untuk kemudian menunggu dilakukan swab test.

Sayangnya, tempat yang baru itu tidak layak karena kotor dan banyak bekas alat kesehatan serta bekas makan pasien yang tidak dibersihkan. Sehingga menimbulkan bau tak sedap pada ruangan baru itu.

Sementara itu, Direktur RSUD Cendrawasih Dobo, dr. Wati saat dikonfirmasi koran ini mengaku, para medis yang menangani kasus Covid-19 sangat minim.
“Terima kasih atas infonya ya. Nanti saya hubungi kepala keperawatan, soalnya saya masih di Ambon ini. Dan apabila ada kesalahan saya mohon maaf ya,” singkatnya. (WAL)

Comment