by

Pelni : Pembatasan Penumpang Sesuai Aturan

AMBON-BKA, Kepala Cabang PT Pelni Ambon, Ilhamda, perjelas angkat bicara terkait pembatasan usia penumpang dibawah 12 tahun dan diatas 70 tahun (lansia). Sebagai BUMN, pihaknya hanya menindaklanjuti Instruksi Mendagri no 32 tahun 2021, tentang Provinsi yang menjalankan PPKM tahap III.

“Jadi untuk anak umur di bawah 12 tahun yang belum mendapatkan vaksin anak, dan lansia di atas 70 tahun tidak bisa melakukan perjalanan. Dikarenakan alasan keselamatan keduanya di masa pandemi seperti ini. Kami pun membatasi hanya 50 persen penumpang dari kapasitas muat kapal,” terang terang Ilhamda, saat dihubungi via seluler, Kamis (12/8)

Menurutnya, Pelni tidak melarang atau membatasi masyarakat yang ingin berlayar dengan armadanya. Akan tetapi, yang diterapkan saat ini hanya menjalankan aturan yang diturunkan pemerintan pusat lewat Dirjen Perhubungan.

Baca juga: Pemprov Dorong Pengembangan Dunia Usaha

“Kalau kita bekerja dibawah Direktur Perhubungan laut, sebagai operator BUMN kita hanya mengikuti aturan dari Satgas saja. Tapi kalau 12 tahun dibawah dilarang berpergian, kita mau bilang apa ? Kita hanya jalankan aturan. Kalau melanggar nanti disalahkan lagi,” sebutnya.

Sebaliknya, lanjut dia, jika Pemda berkeinginan untuk tidak menerapkan, bisa melalui penyampaian melalui surat. Karena ada aturannya, sehingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang nantinya menentukan.

“Kalu kita apa yang ada saja. Pertama ada surat vaksin, rapit antigen dan lainnya. Setelah itu nantinya akan diatur oleh KKP. Itu yang ada di kita,” bebernya.

Dijelaskan, pihaknya tidak mengintervensi apa yang menjadi aturan satgas. Karena jika dilanggar, suatu saat jika ada masalah nanti pihak Pelni yang disalahkan. Sehingga apa yang menjadi aturan Satgas, akan tetap diikuti Pelni.

Baca juga: Pemkab Bursel Gandeng Kejari Tangani Masalah Hukum

“Kalau kemarin dibilang dari Satgas, bisa saja ada rekomendasi dari Satgas. Tapi harus komunikasi juga dengan KKP. Takutnya rekomendasinya juga ditolak KKP. Sehingga masyarakat tidak diijinkan untuk berangkat. Dan kita juga tidak bisa menjual tiket, karena takutnya akan dikembalikan lagi,” pungkasnya. (RHM)

Comment