by

Peluang Menang Pilkada Terbuka

Tim SMS-GES Solid
Ambon BKA- Sekretaris DPP Laskar Merah Putih (LMD), Muhammad Dail Regan, menyatakan optimismenya terkait kemenagan pasangan calon (Paslon) Safitri Malik Soulisa- Gerson Eliaser Selsily atau SMS-GES, pada perhelatan Pilkada di Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Menurutnya, pasangan SMS-GES memiliki kekuatan besar untuk memenangkan Pilkada di kabupaten tersebut, sebab SMS yang merupakan istri Bupati Bursel saat ini, Tagop Sudarsono Soulisa, serta selaku Ketua TP PKK Kabupaten Bursel, telah memahami betul soal pemerintah di kabupaten tersebut.

Selain itu, dari segi politik, pengalaman SMS-GES tidak perlu diragukan. Safitri pernah duduk sebagai anggota legislatif di DPRD Maluku. Sedangkan Gerson Eliaser Selsily merupakan Anggota DPRD Bursel 3 periode. Sehingga mereka telah mengetahui persis apa yang menjadi keinginan masyarakat, mulai dari regulasi, bantuan ekonomi, pembangunan dan sejumlah prasarana lainnya untuk diakomodir dengan baik.

Khusus untuk Calon Wakil Bupati Bursel, Gerson Eliaser Selsily, kebijakannya selama 15 tahun di DPRD Kabupaten Bursel sudah dinikmati masyarakat di 81 desa di kabupaten itu.

Namun tidak bisa dipungkiri, kalau kekuatan SMS-GES tidak terlepas dari campur tangan Tagop Sudarsono Soulisa. Selain sebagai kader terbaik PDI Perjuangan di Kabupaten Bursel, dia juga memiliki jaringan yang kuat di pemerintahan, swasta maupun pengusaha.

Hal itu tentu berbeda dengan dua Paslon lainnya yang bisa dikatakan memiliki rapot merah, baik sebagai mantan Kadis PU Kabupaten Bursel yang tidak mampu mengelola bantuan APBN sebesar 100 miliar, sehingga terpaksa mengembalikan Rp 60 miliar ke kas negara. Hal itu juga berlaku bagi calon yang merupakan Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bipolo Gidin, yang juga tidak mampu mengelola Kapal Motor Penumpang (KMP) Tanjung Kabat, akibat terlilit hutang yang cukup besar.

“Saya tidak mau sebut itu siapa, tapi kalau ditanya kepada masyarakat Bursel, mereka pasti tahu, siapa mereka yang bertanggungjawab atas semua itu,” tuturnya.

Untuk itu dirinya menyarankan agar dalam pesta demokrasi nanti, pilihlah Paslon yang tepat memimpin Bursel, yang tentunya adalah paslon SMS-GES dengan Nomor Urut 3.

“Jangan kita salah pilih Paslon, selain Paslon Nomor Urut 3. Kalau ingin warga Bursel mau maju dan sejahtera, berikan kesempatan mengambil langkah yang benar untuk Paslon Ibu Hj Safitri-pak Gerson menjalangkan roda pemerintahan. Karena dua tandingan Paslon lain, belum punya pengalaman untuk memimpin daerah ini demi kemajuan Bursel kedepan,” ucapnya.

Sementara itu, anggota tim sukses Paslon Bupati dan Wakil Bupati SMS-GES lainnya, Ibrahim Souwakil, kalau tim pemenangan Paslon tersebut masih sangat solid di lapangan.

Jika ada yang mengatakan kalau telah terjadi perpacahan atau ada penghianat diantara tim pemenangan Paslon SMS-GES, seperti yang beredar di media sosial, katanya, itu hanya hoaks yang sengaja dimainkan tim lawan.

Memang akuinya, ada informasi di media sosial yang menyebut kalau ada anggota partai pengusung paslon SMS-GES yang hengkang ke Paslon lain. Namun kata Souwakil, setelah ditelusuri, ternyata kader tersebut bukan lagi sebagai anggota partai pengusung yang dimaksud karena sudah dipecat.

Pemecatannya pun dilakukan jauh sebelum partai mengeluarkan rekomendasi kepada SMS-GES. “Mereka-mereka yang disebut kader partai, ternyata mereka itu bukan lagi sebagai pengurus partai, karena telah mendapat surat sakti, yakni, telah dipecat dari partainya masing-masing,” tegas Souwakil.

Siapa saja mereka yang trlh dipecat dari partai pengusung, ungkapnya, antara lain, Sedek Titawael dari partai PAN, Benyamin Saleky dan Sami Latbual dari PDI-P, Badar Rahwarin dari PKS dan Arwa Waris dari PKB.

Bahkan dari informasi dari masing-masing partai, terang Souwakil, mereka merupakan kader partai yang sering berpindah partai. Parahnya lagi, saat pencalonan legislatif 2019 lalu, mereka tidak didukung masyarakat dari setiap daerah pemilihan (Dapil).

“Namun setelah masuk momentun Pilkada, lantas mereka berdalil menyatakan sikap keluar dari partai dan merapat ke salah satu Paslon, dengan berdalil masih memiliki power ditengah-tengah masyarakat. Padahal untuk membuktikan diri lolos di pemilihan legislatif (pileg) saja, tidak mampu,” jelasnya.

Untuk itu, mewakili tim SMS-GES, Souwakil meminta masyarakat dan simpatisan Paslon SMS-GES dengan nomor urut 3, untuk mengunci hati dan tidak terprovokasi dengan isu-isu hoaks yang disampakan oleh lawan politik.

“Jangan terprovokasi dengan isu-isu hoaks yang disampaikan oleh lawan politik, yang disampaikan ke masyarakat dengan cara dari rumah ke rumah. Dengan niat tetap mendukung Paslon SMS-GES, dan atas izin Tuhan Yang Maha Esa, kemenangan nomor 3 pada tanggal 9 Desember sudah ada didepan mata,” pungkas Souwakil.(RHM)

Comment