by

Pembagian Kuota Vaksin Tergantung Jumlah Pasien

Ambon, BKA- Untuk pembagian kouta vaksin Covid-19 di seluruh kabupaten atau kota di Provinsi Maluku, akan disesuaikan dengan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, kepada wartawan di Ambon, Rabu (18/11).

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Maluku akan menerima sekitar 1,1 juta vaksin Covid-19 dari Pemerintah Pusat, untuk dimanfaatkan kepada masyarakat. Namun vaksin tersebut hanya dapat diberikan kepada warga yang berusia 18 tahun hingga 59 tahun.

Menurut Kasrul, pemberian vaksin itu akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan Aparatur Sipil Negara yang melakukan pelayanan publik ditengah pandemi Covid-19. Baru setelah itu diberikan kepada masyarakat.

“Didahulukan tentu kepada tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan Covid-19. Tentara/Polri yang berada digaris depan, relawan, lalu PNS yang melakukan pelayanan. Baru kemudian masyarakat,” terangnya.

Terkait daerah yang paling banyak memiliki pasien Covid-19 di Provinsi Maluku, ungkap Kasrul, tentu saja adalah Kota Ambon. Sehingga mereka yang akan menerima lebih banyak vaksin, dibanding kabupaten atau kota lainnya. “Ambon yang banyaklah,” tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, berharap, ketika Pemerintah Provinsi Maluku mendapatkan vaksin Covid-19 dari Pemerintah Pusat, maka Kota Ambon harus mendapat vaksin lebih banyak pada pembagiannya, dibanding kabupaten atau kota lainnya. Sebab masyarakat yang paling banyak terpapar Covid-19 di Provinsi Maluku, ada di Kota Ambon.(BKA-1).

Comment