by

Pembangunan KUA Teluti Tidak Sesuai Draf

Ambon, BKA- Kantor Kementerian Agama Maluku seakan tidak sepi masalah. Belum selesai masalah calo ASN, kantor itu sudah diterpa isu terbengkalainya pembangun SMP Teologi Kristen Suli, yang anggarannya sudah cair 100 persen pada 2018 lalu.

Sekarang Kementerian dengan moto “Iklas Beramal” di Maluku itu diduga melakukan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), tidak sesuai draf proyek.

Pasalnya dalam draf proyek yang menggunakan anggarannya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2019 sebesar Rp 1,5 miliar, harus disertai dengan pembangunan pagar kantor. Namun realisasinya, kantor itu dibangun tanpa pagar.

Kepala KUA Teluti, Rauf Latarisa, yang dihubungi via seluler, Sabtu(26/9), membenarkan, kalau pembangunan KUA tidak disertai pagar kantor. Padahal dalam draf pembangunan, tertera juga pembangunan pagar.

“Iya pembangunan KUA sudah selesai dikerjakan. Iya, pagarnya yang tidak ada. Tapi dalam draf pembangunan memang ada,” akui Latarisa.

Terkait siapa kantraktor yang mengerjakan proyek tersebut, Latarisa mengaku, tidak tahu. Karena proses lelang tendernya menjadi kewengan Kanwil Kemenag Maluku.

Namun dirinya hanya mengenal, Ibrahim Hatala sebagai pengawas proyek KUA itu hingga selesai dikerjakan.

“Saya kenal cuma nama Ibrahim Hatala sebagai pengawas proyek dari Ambon,” ucapnya.

Meskipun demikian, aktifitas KUA sudah diaktifkan untuk melayani masyarakat yang butuh pelayanan keumatan.

“Saya juga tidak tahu berapa besar nilai pagarnya. Kami hanya liat draf, kalau didalamnya juga termasuk pagar,” jelasnya.

Terkait dengan pagar yang tidak dibangun, lanjut Latarisa, dirinya pernah berkoordinasi dan mempertanyakan hal itu pada Bagian Perencanaan Kanwil Kemenag Maluku. Sesuai jawaban yang diberikan salah satu staf perencanaan, kalau anggaran yang digunakan sudah terpakai habis. Sehingga pagarnya tidak bisa dikerjakan.

Jawaban yang sama juga disampaikan pengwas proyek, Ibrahim Hatala, kalau pagar tidak bisa dikerjakan lantaran anggarannya terpakai habis untuk menaikan pondasi bagian kiri KUA.

“Katanya, anggaran sudah terpakai habis, dengan alasan, pondasi KUA bagian kiri sedikit tinggi. Sehingga pagarnya tidak bisa dikerjakan,” terang Latarisa.

Bahkan waktu mengikuti kegiatan mutu pelayanan KUA yang dilaksanakan Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Maluku, dia juga sempat mempertanyakan persoalan pagar itu. Jawabannya, kalau pekerjaan pagar masuk dalam Contract Change Order (CCO). Dengan kata lain, pekerjaan tambah/kurang, sehingga perlu dirubah spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Namun yang menjadi pertanyaan, anggaran yang digunakan bukan lewat APBN. Tapi menggunakan dana SBSN.(RHM)

Comment