by

Pembatasan Materi Esensial Perlu Diterapkan

Ambon, BKA- Pembatasan materi esensial perlu diterapkan dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) secara Daring maupun Luring di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, Ketua Forum Pengembangan Pendidikan (FPP) Kecamatan Sirimau, Abubakar Wattimena, menilai, pembatasan materi esensial lewat kurikulum darurat sangat membantu dalam situasi penyebaran virus Corona. Maka dari itu, dirinya meminta agar, hal ini dapat diterapkan di setiap sekolah. Khusus lingkup Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Namun, Ia mengaku, dirinya belum mengetahui secara pasti keberadaan dari kurikulum darurat tersebut. Namun, Ia sangat mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Kota Ambon (Disdik) Ambon. Karena mampu mengambil kebijakan untuk menyusun panduan teknis dari pada kurikulum khusus i ini. Sebelum diterapkan oleh pihak sekolah.

“Saya sendiri belum tahu pasti, apakah panduan kurikulum darurat itu sudah diturunkan atau belum. Tapi, lewat apa yang dibuat oleh Dinas, saya kira perlu diapresiasi. Bahwa, sebagai atasan, dinas ingin semua tingkatan sekolah, PAUD, SD dan SMP dalam PJJ seragam secara teknis. Ini yang menurut saya, sangat baik sekali. Sehingga jika panduan itu sudah diturunkan, mudah-mudahan, kita semua mampu menerapkan itu semua sesuai panduan yang ada,” ucapnya, Minggu (25/10).

Sebelumnya, dikabarkan, FPP Kecamatan Sirimau akan melakukan pembatasan materi esensial di tahun ajaran baru 2020/2021 ini, agar ada pemerataan materi-materi pelajaran di setiap sekolah selama masa pandemi Covid-19.

“Jadi sekarang ini kita lagi memikirkan, bagaimana melakukan pemerataan materi yang esensial saja untuk semua sekolah yang ada di Kecamatan Sirimau. Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga kita masih akan terus belajar secara Daring,” kata Wattimena, beberapa waktu lalu.

Selain membatasi materi, upaya pembatasan materi esensial ini juga dilakukan, agar semua materi pelajaran yang diajarkan kepada anak-anak didik menjadi seragam, tidak berbeda-beda.

“Sebab kita tidak bisa ganti kurikulum di tengah pandemi ini. Sehingga kita lakukan pembatasan materi esensial. Jadi proses belajar tetap tematik, tapi fokus pada materi yang penting-penting saja. Itu inti dari dilakukannya pembatasan materi esensial ini. Bahwa agar tiap-tiap sekolah itu punya batasan-batasan materi yang sama, sehingga proses pembelajaran di semua sekolah di Kecamatan Sirimau itu sama,” papar Wattimena.

Kebijakan yang diambil oleh pihak FPP Kecamatan Sirimau ini, lanjutnya, bukan semata-mata untuk menuntut para siswa tuntas secara akademik. Melainkan untuk memastikan anak-anak didik tetap belajar di tengah Covid-19 dengan baik, tanpa kehilangan materi-materi penting dalam setiap pembelajaran.

“Memang untuk saat ini, kita jangan dulu mengejar untuk menuntaskan kurikulum pembelajaran kita. Karena kita tidak bertatap muka langsung dengan anak-anak didik. Olehnya itu, pembatasan materi yang esensial sangatlah tepat, karena saat ini yang diperlukan adalah bagaimana guru dapat menyampaikan materi yang esensial atau materi-materi yang penting saja, supaya mudah dimengerti oleh para siswa,” papar Kepala SD Negeri 87 Ambon ini. (LAM)

Comment