by

Pembawa Sabu Di Rutan 5 Tahun Bui

Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon memvonis Ronald Pattiradjawane dengan pidana penjara selama 5 tahun dalam persidangan belum lama ini.

Terdakwa yang divonis bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dengan membawa sabu-sabu ke Rutan Kelas II A Ambon ini dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan pidana narkotika. Terdakwa juga dinyatakan bersalah dan dipenjara selama 5 tahun di potong masa tahanan,” jelas ketua majelis hakim Hamja Kailul cs, dipersidangan yang dihadiri JPU E. Wattimury dan kuasa hukum Herberth Dadiara

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar subsider dua bulan kurungan.

Putusan majelis hakim ini ketahui ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum Kejati Maluku, yang sebelumnya meminta agar terdakwa dipenjara selama 8 tahun penjara.

“Meminta kepada majelis hakim supaya memvonis terdakwa dengan penjara selama 8 tahun dipotong masa tahanan,” ujar JPU E. Wattimury.

Jaksa penuntut umum Kejati Maluku dalam dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 13 November 2019 sekitar pukul 19.15 WIT di jalan masuk Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Ambon kasawan Waiheru, Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Awalnya, petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapatkan informasi dari informan bahwa terdakwa sedang menuju Rutan Ambon untuk mengantarkan narkoba kepada warga binaan rutan Ambon bernama Relis Pattiserlihun.

“Tidak menunggu lama, petugas bergerak cepat ketika terdakwa sedang berjalan menuju ke Rutan. Dari interogasi, terdakwa membawa 6 paket sabu. Terdakwa mengaku, barang bukti tersebut terpidana Relis yang menyuruhnya agar membawanya ke Rutan,” ungkap JPU.

Dari pengakuan terdakwa, petugas kemudian berkoordinasi dengan petugas Rutan dengan tujuan agar melakukan penggeledahan terhadap kamar terpidana Relis. Dari penggeledahan ditemukan, satu HP Samsung warna putih tanpa kartu dan batrei. Dari pengakuan Relis, dia di suru residivis Gerald Tomatala untuk mengambil barang haram tersebut.(SAD)

Comment