by

Pembawa Sabu di Rutan Terancam 8 Tahun Bui

Ambon, BKA- Jaksa penuntut umum E. Wattimury menutut
Ronadl Pattiradjawane, terdakwa pembawa narkotika jenis sabu ke Rutan kelas II A Ambon dengan pidana penjara selama 8 tahun dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (4/5).

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 dan 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankam membayar denda sebesar Rp. 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

“Meminta kepada majelis hakim supaya majelis hakim memvonis terdakwa dengan penjara selama 8 tahun dipotong masa tahanan,” ujar JPU dalam amar tuntutan di sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Hamja Kailul cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukummya, Herberth Dadiara.

Hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan, sedangkan yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika.

Jaksa penuntut umum Kejati Maluku dalam dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 13 November 2019 sekitar pukul 19.15 WIT di jalan masuk Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Ambon kasawan Waiheru, Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Awalnya, petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapatkan informasi dari informan bahwa terdakwa sedang menuju Rutan Ambon untuk mengantarkan narkoba kepada warga binaan rutan Ambon bernama Relis Pattiserlihun.

“Tidak menunggu lama, petugas bergerak cepat ketika terdakwa sedang berjalan menuju ke Rutan. Dari interogasi, terdakwa membawa 6 paket sabu. Terdakwa mengaku, barang bukti tersebut terpidana Relis yang menyuruhnya agar membawanya ke Rutan,” ungkap JPU.

Dari pengakuan terdakwa, petugas kemudian berkoordinasi dengan petugas Rutan dengan tujuan agar melakukan penggeledahan terhadap kamar terpidana Relis. Dari penggeledahan ditemukan, satu HP Samsung warna putih tanpa kartu dan batrei. Dari pengakuan Relis, dia di suru residivis Gerald Tomatala untuk mengambil barang haram tersebut.

Setelah mendengarkan tuntutan jaksa, majelis hakim menunda sidang hingga Selasa (11/5) pekan depan dengan agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa.(SAD).

Comment