by

Pembayaran Insentif Nakes Terkendala Aplikasi

Ambon, BKA- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku, Meikyal Pontoh mengaku, keterlambatan pembayaran insentif tenaga medis (Nakes) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr M. Haulussy, Ambon, masih terkendala dengan aplikasi.

Hal ini disampaikan dalam rapat pembahasan hak-hak para Nakes di tahun 2020, bersama Tim I Bidang Pengawasan Tugas Covid-19 DPRD Maluku, dan dihadiri Direktur RSUD dr M. Haulussy, di ruang paripurna DPRD Maluku, Karpan Ambon, Kamis(28/1).
Kepada awak media, Meykal Pontoh mengaku, rapat dalam rangka membahas tentang pembayaran insentif para nakes yang ada di rumah sakit tersebut.

Disebutkan, kalau pihaknya baru membayar satu bulan isentif terhitung bulan Agustus sampai Oktober 2020. Sedangkan dua bulannya terakhir untuk November dan Desember belum bisa dibayarkan, lantaran masih dalam proses perubahan pengajuan. Yakni sebelumnya dibayar secara manual dan untuk dua bulan terakhir dalam bentuk aplikasi.

“Ada beberapa kesulitan yang dirasakan oleh tenaga-tenaga yang melakukan input data. Misalnya ada petugas kesehatan yang NPWP-nya salah akibat dari NIK yang bermasalah karena dalam satu sistem. Dan jika sistem itu menolak ketika diinput masuk ke dalam aplikasi, Itu salah satu yang menyebabkan agak terhambat,” sebut Meikal.
Disinggung terkait nilai nominal yang diterima, akuinya, semua tergantung berapa banyak beban tugas yang dikerjakan, dimana semua ada hitungannya.

Ia menambahkan, selain RSUD dr. M. Haulussy yang melayani Covid-19, ada juga RS Tulehu. Namun tidak ada masalah, karena telah dibayarkan. “Semakin banyak pasien maka semakin banyak tenaga kesehatan yang terlibat, dan tentunya yang di bayar yang bertugas,” pungkasnya. (RHM)

Comment