by

Pembelajaran Door to Door Terus Dilakukan

Ambon, BKA- Proses pembelajaran Door to Door pada siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Ambon, di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan hingga saat ini.

Menurut Kepala SD Muhammadiyah Ambon, L. Siolimbona, disebabkan, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih tetap berlangsung secara Daring maupun Luring.

Siolimbona menjelaskan, proses belajar mengajar door to door harus tetap dilakukan, demi dan untuk masa depan anak ditengah pandemi ini. Pasalnya, sekolah terus diinstruksikan untuk tidak melakukan proses belajar tatap muka, baik secara langsung disekolah maupun dirumah. Namun, atas persetujuan para orangtua, proses belajar bisa dilakukan melalui door to door. Khusus bagi siswa kelas kecil maupun bagi siswa yang tidak belajar Daring.

“Kita mengambil kebijakan ini agar bisa menjangkau anak-anak dalam belajar. Yang pertama, kita mencoba melakukan dua mekanisme. Untuk kelas kecil itu proses kegiatan belajar mengajar secara offline dalam hal ini door to door guna melakukan pendampingan sekaligus bisa memastikan anak-anak itu bisa berhubungan langsung dengan guru,” ujar Siolimbona, Rabu (21/10).

“Dan itu hanya dilakukan dua kali dalam seminggu, yakni hari senin dan rabu. Ini kita perlu lakukan, karena anak-anak kelas kecil khusus yang baru masuk sekolah ini tidak bisa belajar Daring,” sambungnya.

Lanjutnya, meskipun mekanisme door to door yang dilakukan itu, sudah lewat persetujuan orangtua. Namun, dirinya terus mengingatkan guru agar tidak memaksa. Jika ada orangtua yang tidak mengizinkan para guru melakukan proses belajar tatap muka dirumah itu.

“Memang sudah mendapat persetujuan dari para orangtua. Tapi dalam pelaksanaannya, guru hanya datangi siswa yang sudah setuju untuk belajar door to door. Jadi proses pembelajarannya kita merampingkan pembelajarannya untuk kelas kecil. Karena memang kendala kita hanya di kelas kecil saja. Khusus kelas yang 1 ini. Jadi, kebijakan door to door ini lebih kepada kelas rendah,” tuturnya.

Sedangkan untuk kelas besar, lanjutnya, dilakukan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara Daring menggunakan video pembelajaran yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp dan juga website. Dimana, dalam website itu juga sudah tersedia materi pembelajaran yang bisa siswa belajar.

“Yang kelas atas ini, kita lebih kepada kelas VI, karena memang mereka ini kelas persiapan. Sehingga penguatan-penguatan itu penting dilakukan. Kalau kelas kecil, lebih kepada kelas I. Pembelajaran door to door ini juga kita manfaatkan untuk terus mengingatkan orangtua dan siswa, agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutup Siolimbona. (LAM)

Comment