by

Pembenahan Pendidikan SBT Harus Profesional

Ambon, BKA- Namun berbagai pembangunan yang dilakukan dari “buah” kemerdekaan itu dirasa belum sampai ke Desa Neniari, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Sampai sekarang, warga desa tersebut masih merasa terisolasi dari berbagai akses infrastruktur, termasuk belum memiliki akses jalan menju desa itu.

Terhadap itu, anggota DPRD Maluku daerah pemilihan (dapil) SBB, Hatta Hehanussa, menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Kabupaten SBB harus lebih serius memperhatikan keterisolasian yang dirasakan warga Desa Neniari.

Dia mengungkapkan, Desa Neniari berada pada puncak gunung, yang sampai saat ini belum ada akses jalan yang memadai menuju desa itu. Sehingga warga harus berjalan kaki melalui jalan setapak sejauh sekitar 10 kilo meter. Tentu saja, kondisi itu sangat memprihatinkan.

“Ada surat masuk dan ditindak lanjuti DPRD dengan melakukan pertemuan bersama pejabat beserta pemerintah maupun BPD, tokoh pemuda dan mahasiswa dari Negeri Neniari. Akses jalan menuju sana kurang lebih 10 Kilo meter, dengan berjalan kaki lewat jalan setapak. Nah, hari ini kita prihatin, masyarakat mulai merasa cape (lelah) perjalan kaki dari tahun ke tahun hingga Indonesia berusia 75 tahun. Warga masih terus merasa terisolasi dengan jalan kaki,” ungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku itu, Selasa (9/2).

Selaku representatif dari SBB, sekaligus anggota Komisi III DPRD Maluku, pihaknya akan melakukan berbagai upayah dalam rangka penganggaran lewat koordinasi dengan Pemprov Maluku dan kabupaten SBB, baik lewat APBD Provinsi maupun kabupaten. Bahkan bisa saja lewat decreasing atau perintah khusus dari gubernur, dalam rangka untuk bisa melihat persoalan itu.

“Ini kan sangat miris negeri itu. Kasiang, bahkan bukan saja di Neniari, tetapi juga di Negeri Huku Kecil. Tapi kalau Huku Anakota sudah. Ini juga masih kemarin kita lihat ada orang sakit yang ditandu dengan bambu dan kain. Ini kan sangat memperihatinkan. Jadi kita minta ada decreasing khusus dari gubernur, pak Murad Ismail, yang betul-betul memiliki komitmen untuk membangun negeri ini dari keterisolasian,” ujarnya.

Bahkan persoalan ini juga sudah menjadi etensi dari Komisi III DPRD Maluku, untuk bisa menggalang dukungan untuk lebih memperhatikan persoalan itu.

“Saya juga anggota DPRD dapil SBB tentunya akan berupayah, sesuai fungsi dan kewengan, akan mencoba melakukan lobi-lobi terhadap persoalan ini. Dan sekali lagi, saya memberikan semangat kepada seluruh masyarakat Neniari, terutama teman-teman mahasiswa dan pemuda untuk coba menggalang kekuatan dengan membangun koordinasi dengan Pemda setempat. Meskipun itu menjadi kewengan Pemda SBB, tapi juga butuh decreasing khusus dari pak Gubernur Maluku untuk melihat persoalan itu. Kasihan, 75 tahun Indonesia merdeka, mereka berjalan terus,” beberanya.

Komisi III juga akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Balai Jalan, untuk sama-sama bisa mencoba melihat persoalan itu. Sebab ini bukan bicara soal menjadi kewenangan siapa, tapi ini persoalan masyarakat yang sudah miris dengan merasa hidupnya terisolasi.

“Ini perlu ada sentuhan dan perhatian serius dari pemerintah, termasuk juga dengan keterbatasan tenaga medis dan pelayanan kesehatan disana,” pungkasnya.
(RHM)

Comment