by

Pembunuh Husein Suat Naik Kursi Pesakitan

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon menggiring tiga dari total enam terdakwa, dalam kasus pembunuhan terhadap korban Husein Suat yang terjadi di Jembatan Merah Putih (JMP), Kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon untuk duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (4/3).

Tiga terdakwa yang masuk kategori anak dibawah itu masing-masing, I.N alias I (16), M.O.O alias O (17) dan M.K T alias K, (16).
Penuntut umum menyebut, ketiga terdakwa didakwa melanggar pasal 338 KUHP dan atau 170 ayat (2) ke 3e KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Hamjah Kailul Cs itu dibuka dengan mendengarkan pembacaan dakwaan JPU, Eko Nugroho.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan ketiga terdakwa bersama tiga rekan lainnya (Berkas terpisah), tepatnya pada Kamis 11 Februari 2021 sekitar Pukul 03.00 Wit, bertempat di atas Jembatan Merah Putih Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon.

Awalnya, para terdakwa bersama sejumlah saksi sedang duduk di bawah pohon seputaran LIPI, kawasan Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon. Tiba-tiba mereka melihat korban bersama rekan-rekannya melintasi depan mereka. Kemudian korban merasa para terdakwa mengeluarkan kata makian,sehingga korban tidak terima lalu bersama rekan-rekannya datang menyambangi para terdakwa dengan bertanya siapa yang keluarkan kata makian kepada mereka. Karena para terdakwa tidak terima, mereka mengejar kelompok korban sehingga terjadilah pengejaran mengunakan sepeda motor. Korban dan saksi Aswinda yang saat itu tertinggal dari rombongannya berhasil ditendang sampai terjatuh dari sepeda motor oleh terdakwa I.N alias I dan terdakwa I Erwin Nakul alias Erwin (berkas terpisah).

Seketika itu, korban langsung terjatuh.Selanjutnya terdakwa I.N alias I langsung menendang dan memukul korban sebanyak kurang lebih 10 (sepuluh) kali. Terdakwa I kemudian menikam korban dengan mengunakan pisau sebanyak satu kali di bagian tubuh belakang bagian kiri. Setelah itu, terdakwa II Bakri Mahu alias Bakri (Berkas terpisah), melakukan pemukulan mengunakan batu di bagian tubuh korban sebanyak dua kali. Sedangkan terdakwa III Rian Kaimudin alias Ian (Berkas terpisah), bersama dua terdakwa lainnya M.O.O dan M.K.T, datang bersama-sama memukul korban menggunakan kepalan tangan secara membabi buta. Akibat perbuatan para terdakwa, korban langsung meninggal dunia berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor: VER/ 20/ KES.15/II/2021 Rumah Sakit tanggal 11 Februari 2021 Rumah Sakit Bhayangkara Ambon dengan kesimpulan luka-luka memar dan luka-luka lecet diakibatkan kekerasan benda tumpul, luka tusuk pada punggung belakang sebelah kiri akibat kekerasan benda tajam.

Setelah mendengarkan dakwaan penuntut umum, hakim menunda sidang hingga Kamis pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi.(SAD)

Comment