by

Pembunuh Istri di Mardika Terancam 12 Tahun Bui

Ambon, BKA- Iwan Tamher alias Iwan, terdakwa kasus pembunuhan, terancam dipenjara selama 12 tahun karena didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya istri sendiri, tepatnya di lorong pisang, depan Bank Artha Graha Mardika, Kecamatan Sirimau Kota Ambon,pada 30 Juni 2019 lalu.
Pria 38 tahun ini, didakwa melanggar Pasal 338 tentang Pembunuhan, dan Pasal 351 ayat 3 mengakibatkan orang meninggal dunia.

Hal ini dibacakan langsung Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Lilia Helut dalam berkas dakwaannya di sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Ambon yang dipimpin ketua majelis hakim, Christina Tetelepta Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Victor Tala, Rabu (17/2).

JPU mengatakan, perbuatan terdakwa kepada korban dilatarbelakangi api cemburu. Menurut penuntut umum, sebelum terdakwa menikam korban dengan sebilah pisau, kedua pasutri yang dikarunia satu anak yang baru berusia 3 tahun ini terlibat cekcok.

“Terdakwa cemburu, dia menduga korban sudah punya lelaki idaman lain. Dan sebelum menikam korban, dia melayangkan satu kali pukulan menggunakan kepalan tangan ke arah punggung korban, berlanjut dia keluarkan sebilah pisau lalu menikam korban secara membabi buta,” sebut penuntut umum dalam berkas dakwaannya.

Pada saat itu juga, korban jatuh tersungkur karena tubuhnya mengeluarkan darah yang cukup banyak akibat terkena pisau. Warga melihat hal tersebut langsung melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian untuk datang mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara, hanya saja, nyawa korban sudah tidak tertolong. Indikasinya korban langsung meninggal di tempat kejadian.

“Jadi pada saat terdakwa melakukan perbuatan tak terpuji itu, ia memilih melarikan diri, namun berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setelah dinyatakan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) beberapa bulan,” jelas JPU.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, hakim menunda sidang hingga Rabu pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi fakta.
“Karena terdakwa melalui kuasa hukumnya tidak keberatan atas dakwaan jaksa, kita tunda sidang Rabu minggu depan untuk agenda pembuktian jaksa,” tandas hakim.(SAD)

Comment