by

Pembunuh Istri Diganjar 10 Tahun Bui

Ambon, BKA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Cristina Tetelepta Cs, menjatuhi vonis 10 tahun penjara terhadap Imran Tamher, terdakwa yang menghabisi nyawa isterinya SS alias Nona, di kompleks Pasar Mardika Ambon, akhir Juni 2019 lalu.

Terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan, terbukti bersalah melanggar pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Hakim Cristina Tetelepta dalam sidang itu mengatakan, terdakwa telah melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga terhadap isteri, hingga menyebabkan korban meninggal dunia akibat tusukan benda tajam. Kemudian terdakwa sempat melarikan diri lebih dari satu tahun.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, memiliki tanggungan seorang anak, serta belum pernah dihukum.

Dalam amar putusannya, majelis hakim juga menyatakan terdakwa tetap berada di dalam tahanan, serta membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Ambon, Lilia Heluth, yang dalam persidangan sebelumnya meminta majelis hakim menghukum terdakwa selama 14 tahun penjara.

Atas putusan tersebut, baik JPU maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya, Victor Talla, menyatakan pikir-pikir. Sehingga majelis hakim memberikan kesempatan selama tujuh hari untuk menyatakan sikap, apakah menerima putusan atau melakukan upaya banding.

Sebelumnya, JPU mengatakan, perbuatan terdakwa kepada korban dilatarbelakangi cemburu. Sebelum terdakwa menikam korban dengan sebilah pisau, kedua pasutri yang telah dikarunia satu anak ini terlibat cekcok.

“Terdakwa cemburu. Dia menduga korban sudah punya lelaki idaman lain. Dan sebelum menikam korban, dia melayangkan satu kali pukulan menggunakan kepalan tangan ke arah punggung korban, berlanjut dia keluarkan sebilah pisau lalu menikam korban secara membabi buta,” sebut penuntut umum.

Saat terkena pisau, korban jatuh tersungkur karena tubuhnya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Warga yang melihat hal tersebut langsung melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian, yang kemudian datang mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara. Hanya saja, nyawa korban sudah tidak tertolong dan meninggal di TKP.(SAD).

Comment