by

Pembunuh JMP Didakwa Pasal Berlapis

beritakotaambon.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon, Chrisman Sahetapy, mendakwa Rahman Bahari Ramahdan alias Babang (16) dengan pasal berlapis.

Pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu (8/9), Babang didakwa membunuh Firman alias Tole di Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon, 18 Agustus lalu.

Pada sidang yang dipimpin Ketua Mejelis Hakim, Rahmat Selang, JPU Chrisman Sahetapy mendakwa Babang melanggar pasal 351 ayat (3), jo pasal 55 ayat (3) ke 1 KUHPidana.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebut, awalnya, rekan terdakwa Ahdin Pattilouw alias Adi (21) (Diadili dalam berkas terpisah), datang ke rumah korban Firman alias Tole, di kawasan Waiheru.

Baca juga:
Kejati Diminta Tetapkan Tersangka Korupsi PT Kalwedo

Adi mengajak korban Firman bersama-sama pergi membeli minuman keras. Setelah membeli sopi (minuman keras tradisional), keduanya mengkomsinya di rumah korban.

Selepas mengkomsumsi sopi, keduanya mendatangi rumah terdakwa Babang dan mengajaknya menemui saksi Fahmi alias Imam, yang berada di Hotel Sahabat untuk miras bersama.

Sampai di Hotel Sahabat, mereka berempat pesta miras. Asik miras, Adi memainkan kontak lampu kamar mandi di kamar 310, sehingga korban marah dan mencela.

Selesai miras, ketiganya pulang berbonceng tiga menggunakan motor. Sampai di JMP, Adi yang mengemudi motor berhenti karena terlibat cekcok dengan korban Firman diatas motor.

Diatas JMP, Adi dan Babang kemudian menganiaya Firman hingga pingsan. Adi kemudian menyuruh Babang untuk menjauhkan korban ke laut.

Baca juga:
Minta Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik

Korban yang dilemparkan ke laut itu, tanp sepengetahun kedua terdakwa tersangkut pada tiang pancang JMP.

“Selanjutnya, terdakwa bersama rekannya kembali ke Hotel Sahabat, memberitahukan peristiwa itu kepada rekannya, Fahmi,” terang JPU.

Usai mendengarkan dakwaan jaksa, hakim menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi fakta.(SAD)

Comment