by

Pembunuh Warga Hative Akui Bersalah

beritakotaambon.com – Sendi, terdakwa kasus pembunuhan terhadap korban yang adalah warga Hatiwe Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini, mengakui dipersidangan, sudah bersalah melakukan pembunuhan kepada rekannya.

Pria 19 tahun ini mengatakan telah melakukan perbuatan tidak terpuji mengakibatkan hilangnya nyawa korban.

“Terdakwa sudah mengakui semua perbuatannya, terdakwa berjanji tidak akan mengulagi lagi,” ujar kuasa hukum terdakwa, Herberth Dadiara, di persidangan yang di pimpin ketua majelis hakim, Lutfi Alzagladi Cs, sementara sidang dihadiri JPU, Inggrid Louhenapessy, Selasa (24/8).

Menurut Dadiara, ancaman hukuman 10 tahun penjara yang dijatuhi jaksa penuntut umum dianggap terlalu berat.
“Untuk itu, kita meminta keringanan hukuman yang mulia,” tandas Dadiara seraya menyerahkam nota pledoi kepada majelis hakim.

Sebelumnya diberitakan,hanya gegara rokok surya, pemicu perkelahian yang mengakibatkan pembunuhan berdarah.
Sendi, pria 19 tahun ini, nekat menghabisi nyawa rekannya Ashar alias Ashar. Keduanya ini merupakan warga Sulawesi Tenggara, untuk sementara berdomisili di Hatiwe Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Di persidangan, terdakwa Sandi, diancam jaksa penuntut umum Kejari Ambon,Inggrid Louhenapessy,dengan pidana penjara selama 10 tahun di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (18/8).

Sidang perkara pembunuhan ini dipimpin ketua majelis hakim, Lutfi Alzagladi, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Herberth Dadiara.

Dalam amar tuntutan jaksa, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 3 KUHP.

JPU dalam amar tuntutannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 22 Maret 2021, tepatnya di depan rumah keluarga Sany Taullu, di Kawasan Hatiwe Kecil.

Baca juga: Sempat Hilang di Laut, Roroa Ditemukan Selamat

Awalnya, korban Ashar alias Ashar pergi menemui terdakwa dan saksi Benjamin Kumbangsila yang sedang miras di TKP.

Saat datang, korban meminta sebatang rokok Surya kepada terdakwa, namun karena sudah tidak ada rokok, korban geram lalu memukul terdakwa beberapa kali menggunakan kepalan tangan.

Karena tak terima, terdakwa kemudian mengambil sebilah pisau lalu melayangkan kepada perut korban. Saat itu, korban langsung jatuh tergeletak ke tanah, hingga akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Maluku untuk mendapat pertolongan medis.

Sayangnya, saat sampai di RS, korban tidak sadarkan diri sampai meninggal dunia. (SAD)

Comment