by

Pembunuhan Dua Warga Sera Ditenggarai Dendam Tanah

beritakotaambon.com – Pembunuhan sadis yang dilakoni Marsel Matruti terhadap dua warga Sera Blawat, Elias Sairdekut dan Leonard Besitimur, ditenggarai oleh dendam masalah tanah.

Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Romi Agusriansyah, mengungkapkan, pembunuhan dua warga Sera Blawat, Kecamatan Wermaktian Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dilatari masalah tanah yang sudah lama terjadi.

Bahkan masalah tersebut, kata AKBP Romi, telah diselesaikan. Namun dendam itu masih tersimpan oleh pelaku Marsel Matruti, hingga dia mendapat kesempatan untuk menuntaskan dendam itu.

Baca juga: Marsel Bunuh Dua Warga Seira

Kronologisnya, Rabu (13/10), tersangka dan saksi Kis Sairdekut, duduk di kios milik saudara tersangka di TKP Pantai Ngurangar. Berselang beberapa menit, Leonard tiba di TKP sambil membawa parang, disusul korban Elias juga membawa parang.

Tujuan kedua korban membawa parang, kata AKBP Romi, untuk memangkas rumput yang akan dijadikan lokasi pengeringan rumput laut.

Melihat Elias, tersangka Marsel langsung teringat peristiwa masalah tanah yang lalu, sehingga muncul keinginan menghabisi Elias.

“Mengantisipasi agar tidak ada perlawanan, tersangka mengambil parang-parang milik korban. Kemudian berjalan menuju arah korban pertama (Elias) berdiri. Merasa jaraknya cukup, pelaku langsung menebas leher Elias di bagian sebelah kiri. Tebasannya sebanyak dua kali. Korban pun terjatuh ke laut, pertanda sudah meninggal,” ujar AKBP Romi, dalam konfrensi pers yang digelar di pelataran Polres KKT, Kamis (14/10).

Baca juga:
Hadirnya STIH, Cikal Bakal UNLESA di KKT

Setelah menghabisi nyawa korban Elias, tersangka kemudian mengejar korban Leonard. Pelaku menebas bagian punggung korban sebanyak dua kali.

Melihat Korban sudah tidak sadarkan diri dan dipastikan meninggal dunia, tersangka kemudian menutupi Leonard dengan serbuk sensor dan rumput yang ada di TKP.

Pasca menghabisi nyawa kedua korban, tersangka berniat menghilangkan bukti keterlibatannya. Tersangka kemudian menaruh parang milik Elias ditangan Leonard.

Baca juga:
DPRD Ambon Diduga Rugikan Negara Rp 5,3 Miliar

“Pelaku bermaksud agar orang berpikir bahwa kedua korban telah saling membunuh. Setelah selesai dengan aksi tragisnya, korban kembali menemui saksi Kis Sairdekut. Sebelum pelaku ingin menemui saksi, terlebih dahulu membersihkan parang dan baju yang dikenakan. Namun saksi sudah melarikan diri ke Polsek Wermaktian,” ungkap Kapolres.

Dijelaskan juga, tersangka berniat menyerahkan diri dengan terlebih dahulu menemui salah satu Anggota Polisi, Juan Andreas. Namun langkah yang diambil tersangka terlambat, sebab peristiwa itu telah dilaporkan saksi Kis ke Polsek setempat. Akhirnya tersangka berhasil diamankan anggota Polsek Wertamrian.

“Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, tersangka dijerat dengan Pasal yang dikenakan 340 Subsider Pasal 338 lebih subsider dan pasal 351 ayat (3) KUHPidana. Dengan ancaman hukuman mati, atau hukuman teringan selama tujuh Tahun penjara,” jelasnya. (BTA)

Comment