by

Pemda Buru dan BKKBN Maluku Rekap Data Stunting

beritakotaambon.com – Pemerintah Kabupaten Buru bersama Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku, membangun komitmen untuk melakukan pendataan data stunting.

Pendataan itu dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo, dalam rangka penurunan stunting di Indonesia, termasuk di 11 kabupaten/kota di Maluku.

Kesepakatan tersebut dicapai saat Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Maluku Sarles Brabar, berkunjung ke kabupaten bertajuk Bupolo tersebut, yang diterima oleh Asisten I Setda Buru, Masri Bugis.

Baca juga: Kajati Maluku Kunjungi Proyek Bendungan Waeapo, Ada Apa?

Sarles Brabar mengungkapkan, kunjungan itu dilakukan untuk membangun koordinasi, guna peningkatan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kabupaten Buru.

“Terima kasih atas dukungan Pemda Buru, sehingga pelaksanaan pendataan keluarga boleh berjalan dengan baik. Diharapkan, lewat rekapan data itu kiranya menghasilkan data yang valid dan dapat disosialisasikan dan dimanfaatkan,” katanya, sesuai rilisnya yang diterima BeritaKota Ambon, Senin (18/10).

Menurutnya, langkah yang dilakukan BKKBN sesuai instruksi Presiden, yakni, BKKBN penanggungjawab penurunan angka stunting.

“Selaku pimpinan BKKBN Maluku, saya meminta adanya dukungan Pemda Buru untuk bersama-sama dengan mitra kerja lainnya, dalam rangka mengatasi masalah stunting dengan menyiapkan data stunting. Sehingga kita dapat mengetahui lokus dan jumlah stunting yang menjadi sasaran pelayanan,” katanya.

Untuk itu, dia berharap, Pemerintah Kabupaten Buru dapat menyiapkan Tim Pendamping Keluarga di setiap Desa, tiga orang, dengan melibatkan Bidan Desa, PKK Desa dan Kader, guna mendampingi keluarga-keluarga di setiap desa dalam rengka pencegahan dan penurunan angka stunting.

Baca juga: 9 Guru Ikut Pendidikan Guru Penggerak

Sementara itu, Asisten I Setda Buru, Masri Bugis, menyampaikan, Pemkab Buru tetap berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana di Buru. Sehingga dia mengharapkan bimbingan yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Bangga Kencana di daerah. Apalagi wilayah Kabupaten Buru cukup luas, dengan memiliki 82 desa yang tersebar pada 10 kecamatan.

Masri Bugis berharap, program BKKBN dapat menjangkau seluruh masyarakat di Kabupaten Buru, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama masalah pengasuhan anak dengan program 1000 Hari Pertama Kehidupan.

“Saya juga berharap, BKKBN juga dapat berkoordinasi dengan mitra kerja lain, untuk mencegah terjadinya stunting di Kabupaten Buru,” pungkasnya.(RHM)

Comment