by

Pemda MBD Dukung Audisi Putri Cilik dan Remaja Putri

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Barat Daya (MBD) sangat mendukung, kegiatan Audisi Putri Cilik dan Remaja Putri Maluku, yang digelar di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) MBD, Ferdinand Lewier, mengatakan, hal tersebut perlu disampaikan, guna mengantisipasi informasi hoaks yang beredar di media sosial, facebook, yang menyatakan, Bupati MBD tidak membantu maupun Pemkab MBD tidak mendukung audisi tersebut. “Itu tidak benar,” tegasnya.

Lewier mengungkapkan, 14 April lalu, dia menerima surat yang meminta bantuan agar menyosialisasikan kegiatan tersebut ke semua sekolah.

“Tapi karena saat itu libur, maka saya membuat janji bertemu bupati pada hari Senin. Karena hari itu ada rapat, saya langsung sampaikan ke bapak bupati, dan bapak bupati mengatakan kalau malamnya itu pihak panitia sudah datang. Katanya, beliau sudah meminta untuk audisi itu ditunda dulu hingga tahun depan, dengan pertimbangan belum ada kesiapan karena kegiatannya mendadak,” ungkapnya, via handphone, Kamis (3/6).

Namun informasi yang beredar di facebook sangat berbeda. “Dikatakan bahwa, bupati tidak mendukung, Pemda tidak membantu. Yang parahnya lagi, di media juga mengatakan, kalau ibu bupati telepon Kadis Pendidikan dan bentak-bentak batalkan kegiatan itu. Padahal itu ibu bupati telepon saya, menyampaikan pertimbangan itu dan diminta untuk tunda di tahun depan saja. Jadi saya mau sampaikan bahwa, informasi soal bupati tidak membantu dan Pemda tidak mendukung, serta ibu bupati telepon bentak-bentak, itu tidak benar. Justru Pemda membantu dalam hal ini OPD. Saya bantu untuk fasilitasi panitia pengurusan di Dinas Pariwisata, dan sebagainya. Jadi kalau dibilang tidak mendukung, itu salah,” terang Lewier.

Sebagai pimpinan, kata Lewier, tentu Bupati MBD mempertimbangkan banyak hal, sebelum mengambil keputusan. Apalagi audisi tersebut mengatasnamakan Kabupaten MBD.

“Ini kan bawa nama MBD, jadi tidak mungkin keluar begitu saja, tanpa kesiapan Pemda. Boleh saja orangtua membantu, tetapi masa Pemda tidak membantu dari segi anggaran. Minimal ada pembiayaannya di OPD. Misalnya, dari Dinas Pendidikan atau Dinas Pariwisata, agar bisa berjalan dengan baik. Itu pertimbangkan kami, sehingga meminta tahun depan baru jalan, supaya ada anggaranya serta diikuti oleh semua perwakilan kecamatan. Itu yang kita pikirkan, agar hasilnya pun benar-benar sesuai yang diharapkan,” tutur Lewier.

Hal senada disampaikan Panitia Pelaksana Audisi Putri Cilik dan Remaja Putri tahun 2021, Odry Leliak. Ketika dikonfirmasi, dia juga membantah informasi yng beredar di facebook.

Menurut dia, Pemkab MBD justru sangat mendukung kegiatan tersebut, sehingga meminta ditunda hingga tahun depan, agar bisa berjalan dengan maksimal.

“Jadi bukan Pemda tidak mendukung. Pemda mau itu kegiatannya harus lakukan audisi per setiap kecamatan, supaya tidak ada kecemburuan dari kecamatan-kecamatan yang ada di MBD. Karena ini kan perwakilan dari MBD,” pungkas Leliak. (LAM)

Comment