by

Pemdes Dava Utamakan Pembangunan Infrasturuktur

Ambon, BKA- Program pembangunan Pemerintah Desa (Pemdes) Dava, Kecamatan Waelata, pada tahun 2021 akan difokuskan pada kegiatan pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur memang menjadi salah satu masalah utama untuk kemajuan sebuah desa, terutama yang masih dalam kategori desa tertinggal.

Namun karena adanya pandemi Covid-19, maka hampir semua pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya wilayah pedesaan menjadi terhambat dalam penyelesaiannya.


Penjabat Kepala Desa (Kades) Dava, Sudarno, mengatakan, sesuai ketetapan RKPDes 2021 di Desa Dava, program pembangunan desa akan lebih mengutamakan kegiatan pembangunan infrastruktur, sebagai modal utama dalam membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sesuai dengan RKPDes 2021 Desa Dava, program prioritas kami lebih kepada pembangunan fisik, seperti, penimbunan jalan, pembangunan kantor desa untuk desa persiapan, dan pembangunan gorong-gorong,” kata Sudarno, kepada BeritaKota Ambon (23/2).

Untuk pekerjaan penimbunan jalan yang direncanakan sepanjang 1 km, sedangkan pembangunan gorong-gorong akan dilakukan pada empat titik. Semuanya sumber pembiayaan berasal dari Dana Desa (DD).


Tak hanya itu, pihaknya juga menjelaskan, pada 2021 ini, Pemdes akan menyalurkan dua unit motor dinas, yang sumbernya juga berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD).

“Ada juga pengadaan motor dinas sebanyak 2 unit untuk Desa Dava. Ini untuk kebutuhan transportasi. Ketika ada perjalanan dinas kan tidak lagi susah dengan kendaraan,” ungkapnya.


Selain itu, Pemdes Dava juga menyiapkan anggaran untuk penanggulangan Covid-19, seperti penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berlangsung selama setahun sebesar Rp 300 ribu per KK.

Berdasarkan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diperoleh tahun 2020 lalu, jumlahnya sebanyak 184 KK.

Untuk program pemberdayaam, Pemdes Dava akan memberikan bantuan bibit Pala kepada masyarakat. “Selain itu, pemberian bantuan BLT kepada masyarakat sebesar Rp.300 ribu per KK, jumlah nominal ini berdasarakan Permendes No 13 tahun 2020. sedangkan di bidang pemberdayaan, kami hanya menyalurkan bantuan bibit Pala untuk masyarakat petani,” pungkasnya (MG-1).

Comment