by

Pemdes Jamilu GelarPembekalan Tim Pokja IDM

Ambon, BKA- Pemerintah Desa (Pemdes) Jamilu, Kecamatan Namlea, mengadakan sosialisasi dan pembekalan bagi Tim Pokja pendataan IDM berbasis SDGs desa.

Kegiatan yang digelar di Balai Jamilu, 5 April 2021 lalu, dihadiri Penjabat Kepala Desa Jamilu Ismail Bakri, Tenaga Ahli PSD P3MD Umi Tuahuns, Tenaga Ahli IDM muhammad Isa Maligana, Babinsa Bripka Husen Kaimudin, dan 16 anggota Tim Pokja pemutakhiran data IDM berbasis SDGs, serta stakeholder lainnya.


Sosialisasi dan pembekalan itu dilaksanakan berdasarkan instruksi pemerintah pusat, terkait pelaksanaan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) di setiap desa yang berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Penjabat kepala Desa (Kades) Jamilu, Bakri Ismail, mengatakan, diharapkan tim Pokja tersebut nantinya dapat melakukan pendataan, sesuai dengan aturan. Sehingga pemerintah pusat punya data yang akurat tentang desa, baik menyangkut pembangunan infrastuktur, sosial, pendidikan maupun kondisi ekonomi masyarakat.

“Tim relawan IDM yang berbasis SDGs ini diharapkan bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan, sehingga apa yang di data oleh tim itu benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat Desa Jamilu,” kata Bakri kepada BeritaKota Ambon, Selasa (6/4).

IDM berbasis SDGs Desa, terang Bakri, pada dasarnya dibuat sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, katanya, pembangunan desa yang berbasis SDGs memiliki beberapa tujuan dan saaran, diantaranya, menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif, serta terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Sasaran dan tujuan dalam kebijakan SDGs ini sudah termuat dalam Permendes Nomor 13 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa, yakni, mengenai membangun desa tanpa kemiskinan dan lain-lain,” ungkapnya.

Untuk itu, dengan dibentuknya Pokja yang anggotanya berasal dari tiap lingkungan, dia berharap, dapat memudahkan mereka untuk melakukan pendataan dengan akurat. “Sehingga kita bisa mengerti, apakah desa kita ini masuk dalam kategori tertinggal, maju atau mandiri, berdasarkan data SDGS ini nantinya,” pungkasnya.(MG-1).

Comment