by

Pemdes Sanleko Belum Jalankan Program Pembangunan

Tahun ini, belum ada program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sanleko, Kecamatan Namlea. Baru program pembagian BLT yang dijalankan.

Sekertaris Desa (Sekdes) Sanleko, Hamzah Buton, mengungkapkan, hal itu disebabkan karena keterlambatan pencairan Dana Desa (DD).

Keterlambatan itu, katanya, disebabkan oleh keterlambatan pencairan Dana Desa di tingkat daerah, akibat relokasi anggaran dan refocussing kegiatan akibat pandemi Covid-19.


“Yang berjalan baru pembagian BLT, karena pencairan pertama dana desa itu kan memang untuk BLT. Sementara untuk yang lain, belum ada,” kata Hamzah, kepada BeritaKota Ambon, Selasa (6/7).

Sesuai kebijakan pemerintah, pencairan dana desa tahap awal 2021 sebesar 8 persen, hanya difokuskan untuk penanganan bencana Covid-19. Salah satunya penyaluran BLT bagi warga.

Sementara itu, proses pencairan DD tahap selanjutnya, katanya, sampai saat belum disalurkan ke pos anggaran di tingkat desa.

“Kami sudah mengajukan permohonan ke Dinas PMD Kabupaten Buru, untuk pencairan tahap selanjutnya. Tapi sampai saat ini, belum ada jawaban dari Dinas PMD. Jadi kami masih menunggu,” ungkapnya.


Akibat adanya Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, terangnya, menyebabkan pemotongan besar-besaran pada pos anggaran belanja negara sampai tingkat daerah dan desa. Sehingga pelaksanaan pembangunan ditingkat pedesaan menjadi tertunda, sampai pertengahan tahun 2021.

Hamzah mengatakan, DD yang harusnya digunakan untuk pembangunan desa, kini dialihfungsikan untuk pemulihan ekonomi nasional dan penanggulangan bencana Covid-19.

“Seharusnya kan di bulan Juli ini, program kerja pemerintah sudah 50 persen. Tapi karena terlambat pencairan, jadi baru BLT saja yang dijalankan,” pungkasnya.(MG-1).

Comment