by

Pemdes Waelapia Gelar Pembekalan Pemutakhiran Data Berbasis SDGs

Pemerintah Desa (Pemdes) Waelapia, Kecamatan Teluk Kaiely, menggelar pembekalan bagi tim pokja relawan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan yang dibuka Penjabat Kepala Desa (Kades) Waelapia, Umar Galela, di Balai Desa Waelapia, 22 Mei 2021, turut dihadiri Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA PP) P3MD Kabupaten Buru,
Yayat Hidayat, serta pendamping Kecamatan Teluk Kaiely.


Menurut Umar, kegiatan pemutakhiran data berbasis Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), merupakan proses pembuatan data IDM yang lebih detil dan terperinci. Sehingga dapat memberikan informasi yang lebih banyak, sekaligus sebagai proses perbaikan dan pendalaman data sampai ke level keluarga.

“Itu kan kegiatan sosialisasi, sekaligus pembekalan kepada tim pokja relawan pendataan yang berbasis SDGs, terkait dengan pemutakhiran data untuk Desa Waelapia. Jadi tim pokja relawan ini, diberi pelatihan dalam hal ini cara pengisian data IDM yang berbasis SDGs,” kata Umar, kepada BeritaKota Ambon, Selasa (25/5).

Sementara proses pengisian data IDM berbasis SDGs, terangnya, harus mengacu pada Permendes PDTT No.13/2020 tentang Prioritas Dana Desa Tahun 2021, Permendes PDTT No.21/2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Sesa, serta Surat dirjen Pembangunan Desa Kemendes PDTT No.5/PR. 03.01/III/2021.


Untuk itu, kata Umar, para tim pokja relawan tersebut harus paham dan mengerti tentang tata cara untuk melakukan pengisian data IDM berbasis SDGs.

“Sebelum mereka turun kelapangan, tim pokja relawan ini harus dibekali dulu dengan pengetahuan tentang, bagaimana cara mengisi data yang berbasis SDGs ini,” terangnya.

Tujuan pendataan tersebut, kata Umar, agar desa dapat memiliki data valid, detail, jelas dan akurat, sesuai kondisi yang kontekstual masyarakat desa.

Ia menambahkan, peran dan profesionalitas Pokja dalam melakukan pendataan sangat penting. Karena jika ada kesalahan pengolaan data, akan mengakibatkan kekeliruan dalam menganalisa, sehingga akan menghasilkan rekomendasi yang salah. Akibatnya akan membuat pembangunan desa salah arah.

“Memang yang diutamakan adalah profesionalitas dalam melakukan pendataan. Karena lewat data itulah, yang akan menentukan pembangunan desa ke depan. Jadi harus teliti dan benar-benar profesional,” pungkas Umar.(MG-1).

Comment