by

Pemdes Waenetat Tetapkan Tim Relawan Pokja SDGs Desa

Pemerintah Desa (Pemdes) Waenetat, Kecamatan Waeapo, telah menetapkan tim relawan kelompok kerja (pokja) pendataan IDM berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2021.

penetapan itu dilaksanakan Mei lalu, di Aula Kantor Desa Waenetat, serta dihadiri oleh Kepala Desa Waenetat M. Jamli Holoimombo, Sekertaris Desa beserta staf, Ketua BPD, Pendamping Desa, Babinsa, serta Kepala Dusun dan RT/RW Desa Waenetat.


Penjabat kepala Desa (Kades) Waenetat, M. Jamli Holoimombo, mengatakan, pembentukan tim pokja tersebut sesuai dengan Permendesa PDTT No 21 tahun 2021, bahwa SDGs adalah milik desa. Sehingga pendataan SDGs desa dilaksanakan dengan metode sensus yang bersifat partisipatoris. Artinya, data dikumpulkan dari informasi dalam desa oleh desa sendiri melalui pokja relawan pendataan desa, serta keperluan pembangunan dan pemberdayaan masing-masing desa.

“Sesuai dengan PDTT Nomor 21 tahun 2021 itu dimaksudkan, bahwa pendataan SDGs desa dilaksanakan harus bersifat partisipatoris. Semua data desa itu harus benar-benar valid,” kata Jamli, kepada BeritaKota Ambon, Rabu (9/6).

Pemutakhiran data yang berbasis Pembangunan Berkelanjutan atau biasa disebut Sustainable Development Goals (SDGs), merupakan proses atau cara pembuatan data Indeks Desa Membangun (IDM) yang lebih detil dan terperinci. Sehingga dapat memberikan informasi lebih banyak, sekaligus sebagai proses perbaikan dan pendalaman data sampai ke level keluarga dan warga.


Untuk itu, kata dia, para tim pokja relawan harus paham dan mengerti tentang tata cara untuk melakukan pengisian data IDM berbasis SDGs, sebelum melakukan pendataan.

“Jadi mereka harus paham, baru turun kelapangan. Untuk itu, perlu dibekali dengan pengetahuan dan tata cara mengisi data IDM berbasis SDGs ini,” ungkapnya.

Tujuan pendataan itu, katanya, agar desa dapat memiliki data valid, detail, jelas dan akurat, sesuai kondisi kontekstual.

Untuk itu, lanjutnya, peran dan profesionalitas pokja pendataan sangat penting. Karena jika terjadi kesalahan mengolah data, akan mengakibatkan kekeliruan dalam menganalisa, sehingga akan menghasilkan rekomendasi yang salah. Akibatnya akan membuat pembangunan desa salah arah.

“Memang yang diutamakan adalah profesionalitas dalam melakukan pendataan. Karena lewat data itulah yang akan menentukan pembangunan desa ke depan. Jadi harus teliti dan benar-benar profesional,” tandasnya.(MG-1).

Comment