by

Pemdes Wasi Tak Lakukan Pembangunan Fisik di 2020

Ambon, BKA- Pemerintah Desa (Pemdes) Wasi, Kecamatan Fena Leisela, sepanjang tahun 2020 tidak melakukan pembangunan fisik, karena semua anggaran dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Penjabat Kepala Desa (Kades) Wasi, Remon Agustinus Nacikit, mengatakan, hal itu dilakukan sesuai dengan prosedur dan instruksi dari pemerintah pusat, bahwa untuk anggaran tahun 2020 semua Dana Desa akan dialokasikan untuk BLT.


“Pembangunan untuk tahun 2020 ini tidak ada. Kita ikuti prosedur dari pemerintah pusat, kalau pemberian BLT yang harus diutamakan. Jadi bagi masyarakat yang tidak mampu dan memenuhi kriteria itu semua, kita masukan dalam nama-nama penerima BLT,” kata Remon, kepada BeritaKota Ambon, Senin (28/12).

Padahal akuinya, masih banyak yang perlu diperhatikan terkait dengan kondisi fisik Desa Wasi, khususnya mengenai akses jalan trans dan penerangan, serta pembangunan di bidang pemberdayaan.

Tapi karena kondisi pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Wasi hanya bisa menjalankan dua program kegiatan pembangunan, yaitu, pengadaan satu unit Rumah Layak Huni dan Mesin Penerangan Myanmar 10 kg berkapasitas 10.000 watt.

“Kami hanya bisa menjalankan 2 program kegiatan pembangunan fisik di tahun 2020, yaitu, satu Rumah Layak Huni dan pengadaan mesin penerangan Myanmar 10 kg berkapasitas 10.000 watt. Kapasitas ini belum cukup untuk masyarakat Desa Wasi,” ungkapnya.


Lanjut dia, setelah melakukan pencairan BLT tahap akhir paa Desember ini, pihaknya akan memfokuskan program yang menjadi prioritas unggulanDesa Wasi. Tapi itu dilakukan setelah nantinya berkonsultasi dengan Pemerintah Kabupaten Buru terkait dengan pengadaan mesin penerangan.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian terkait pemberian bantuan bibit Bawang Putih di Desa Wasi, untuk bidang pemberdayaan. Rencananya akan dicairkan pada awal 2021.

“Untuk pemberdayaan, kami sudah berkordinasi dengan Menteri Pertanian, agar bisa memberi kami bantuan bibit Bawang Putih. Kalau sudah di terima oleh menteri Pertanian, maka kami akan bentuk kelompok tani agar masyarakat bisa mengelola bibit Bawang Putih yang sudah disediakan,” katanya.

Selain itu, dia berharap, ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Buru terkait pembangunan infrastruktur jalan yang sudah sangat memperihatinkan, terutama di musim hujan., serta penyedian jaringan telekomunikasi.

“Kalau dari Desa Wasi sendiri yang perlu diperhatikan ke depan terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Kami berharap pemerintah daerah mau membantu kami dalam pembangunan akses transportasi darat, yaitu jalan poros. Jalan di Desa Wasi ini sudah rusak, harus diperbaiki, apalagi kalau musim hujan, itu akan menyulitkan para pengendara. Dan juga kami berharap 2021 ini pemerintah daerah sudah membangun jaringan telekomunikasi di Desa Wasi sesuai dengan janjinya kemarin,” pungkasnya. (MSR)

Comment