by

Pemerintah Andalkan Travel Bubble Undang Turis Asing ke Bali

Pemerintah mengandalkan perjalanan wisata secara terbatas (travel bubble) untuk mendatangkan turis asing alias wisatawan mancanegara (wisman) ke dalam negeri di tengah pandemi covid-19.Rencananya, travel bubble dilakukan di Bali, Bintan, dan Batam (3B).

“Wisman ini, kita dalam era travel bubble, artinya kalau travelling harus persetujuan dua negara, tidak bisa maunya satu negara,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Halal bi Halal virtual pada Rabu (19/5).

Lewat travel bubble, pemerintah meyakini bisa mengendalikan penularan covid-19 sembari mendorong pemulihan sektor pariwisata. Khususnya, pada daerah yang mengandalkan perekonomiannya dari sektor tersebut, seperti di kawasan Bali, Bintan, dan Batam.

Namun, Airlangga memastikan program travel bubble tersebut hanya dilakukan dengan negara yang memenuhi kualifikasi dari sisi perkembangan covid-19.

“Protokol kesehatan masing-masing negara beda. Kami melihat ke depan yang perlu kami jaga adalah tingkat kasus positif dan kapasitas RS, karena hampir semua negara menanyakan level penularan masing-masing negara yang maunya sifatnya seimbang, sehingga travel bubble bisa terjadi,” imbuhnya.

Saat ini, pemerintah masih mengkaji pola travel bubble yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Salah satu negara yang sudah menerapkan travel bubble adalah Thailand.

Pemerintah Thailand mengharuskan wisman yang datang untuk melakukan karantina di daerah Phuket selama lima hari. Setelah lolos karantina dan dinyatakan sehat, barulah wisman tersebut boleh melancong di kota lainnya.

“Itu salah satu contoh, kami terus kaji, di saat yang tepat nanti akan kami dorong,” tuturnya.

Namun, pemerintah tetap akan mengedepankan pencegahan potensi penularan covid-19 dari kedatangan wisman tersebut. Terlebih, muncul sejumlah varian virus corona baru, salah satunya di India.

Sedangkan untuk pembukaan pintu pariwisata bagi wisman secara umum, ia menuturkan pemerintah masih mempertimbangkan kondisi global.

Sembari menunggu kondisi covid-19 di dunia turun, pemerintah akan mendorong wisatawan domestik khususnya masyarakat yang telah menerima vaksin covid-19.

“Tentu terkait wisata, kami lihat perkembangan global,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan pembukaan travel bubble untuk Bali, Bintan, dan Batam ditargetkan mulai Juni 2021.

Namun, penerapan kebijakan itu melihat situasi perkembangan covid-19 di kawasan tersebut. Ia menjelaskan saat ini pembahasan travel bubble di kawasan 3B memasuki tahap finalisasi, seperti pembahasan mengenai program vaksinasi di kawasan tersebut dan Travel Corridor Arrangement (TCA).

“Ditargetkan memang Juni-Juli, sesuai arahan Presiden Jokowi. Tetapi kami melihat bahwa memang angka covid 19 itu yang nanti akan menentukan. Kalau terkendali dan dalam posisi kondusif, tentunya bisa kami realisasikan,” kata Sandi, Pondok Indah, Jakarta Selatan. (INT)

Comment