by

Pemerintah Hukurila-Mahasiswa KKN Unpatti Siap Kolaborasi

Pemerintah Negeri Hukurila bersama mahasiswa KKN Universitas Pattimura (Unpatti) gelombang II angkatan XLVII, siap berkolaborasi mengentakan sejumlah persoalan di tengah masyarakat.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) mahasiswa KKN Unpatti gelombang II angkatan XLVII, Dr. Fransina Latumahina, mengungkapkan, ada sejumlah kolaborasi yang akan dilakukan melalui program KKN tersebut, yang semuanya terfokus pada empat kegiatan utama. Yakni, pelayanan kepada masyarakat, penerapan ilmu pengetahuan dan tekonologi, peningkatan kapasista masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat.

Keempat kegiatan itu sangat penting untuk dilakukan oleh mahasiswa KKN, sebagai wujud mengimplemantasikan konsep–konsep akademis yang telah diterima oleh mahasiswa di kampus, untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat.

“Ada 15 mahasiswa yang akan KKN di Negeri Hukurila selama dua bulan, yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FISIP serta Teknik,” katanya.

Selama melaksanakan KKN, katanya, mahasiswa akan merancang kegiatan dan mengimplemantasikan kegiatan dalam bentuk program prioritas, unggulan maupun program pendamping, yang berbasis potensi dan kearifan lokal untuk membantu persoalan di masyarakat.

“Program KKN ini juga adalah wujud dukungan kampus terhadap program Pemerintah Pusat (Pempus), yakni, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sehingga mahasiswa didoronga untuk maksimalkan kesempatan KKN ini untuk mengaplikasikan ilmu pengatahuan selama di kampus, untuk kepentingan pemberdayaan kemajuan masyarakat,” terang Latumahina, Sabtu (17/4).

Dia berharap, melalui penempatan mahasiswa KKN di Negeri Hukurila, dapat membantu pembentukan karakter dan jati diri sebagai mahasiswa Unpatti yang tekun, jujur, taat, kreatif, inovatif, memiliki jiwa nasional dan sosial yang tinggi, serta memiliki sifat patriotisme.

“Sangat diharapkan, mahasiswa KKN ini akan membantu Negeri Hukurila untuk mempersiapkan administrasi negeri, membantu program baik fiisk maupun non fisik, serta membuat laporan akhir yang merupakan alat ukur keberhasilan selama mengikuti kegiatan KKN,” harap Dosen Pertanian Unpatti itu. (LAM)

Comment