by

Pemilik Lahan Tawiri Dicecar 4 Jam

Ambon, BKA- Tim penyidik Kejati Maluku terus menggali bukti-bukti penyimpangan dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan milik Negeri Tawiri, untuk pembangunan Dermaga dan Sarana Prasarana Pendukung Operasional Lantamal IX Ambon di Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Kali ini, tim baju cokelat itu memeriksa pemilik lahan, S. Sipakoly, sekitar 4 jam di ruang Pidsus Kejati Maluku, Kamis (28/1).

“Jadi untuk perkara dugaan tindak pidana korupsi Pembebasan Lahan Milik Negeri Tawiri untuk Pembangunan Darmaga dan Sarana Prasarana Pendukung Operasional Lantamal IX Ambon di Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, penyidik kembali memeriksa pemilik lahan inisial S.S,” ungkap Kasi Penkum Kejati Makuku, Sammy Sapulette, di ruang kerjanya.

Menurutnya, dalam pemeriksaan itu, tidak hanya pemilik lahan yang diperiksa penyidik. Ikut diperiksa juga N. D. H. yang merupakan anggota Saniri Negeri Tawiri.
“Ada anggota Saniri juga diperiksa bersama-sama. Pemeriksaan mulai pukul 09.20 WIT hingga 12.30 WIT, dengan 21 pertanyaan. Dua saksi tersebut diperiksa penyidik I Gede Wiratama dan YE Oceng Almahdali,” beber Sapulette.

Disinggung soal apa saja materi pemeriksaan yang berlangsung, kata Sapulette, hal itu adalah kewenangan penyidik. Sepanjang penyidik tidak mau membuka itu ke publik, maka tidak bisa dipublis. “Kalau materinya itu kewenangan penyidik, ikuti saja,” tukas Sapulette.

Sumber di Kejati Maluku mengaku, untuk penyidikan kasus ini, penyidik hingga kini masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan, untuk melakukan pelimpahan berkas perkara tersebut ke BPKP Wilayah Maluku dan Malut.

“Ini penyidik lakukan untuk kepentingan perampungan berkas perkara dan dilimpahkan ke BPKP untuk perhitungan audit. Sebab sesuai SOP, penetapan tersangka dilakukan harus Kejati kantongi hasil audit lebih dulu dari lembaga yang berwenang menghitung jumlah kerugian keuangan negara,” singkatnya.(SAD).

Comment