by

Pemilik Tembakau Sintetis Mohon Keringanan Hukuman

Menganggap ancaman 8 tahun penjara terlalu berat, Muhhaykal Saputra alias Haykal, terdakwa yang dijerat dalam kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sintetis minta keringanan hukuman ke majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon.

Hal ini ungkapkan kuasa hukum terdakwa, Herberth Dadiara kepada Beritakota Ambon, Jumat, (28/5).
Menurut Dadiara, di persidangan agenda pembelaan yang telah digelar pekan kemarin,selaku kuasa hukum, pihaknya meminta keringanan hukuman.

“Saat sidang pledoi itu kita minta keringanan hukuman,” ujar Dadiara.
Dia mengaku, sampai kini, sidang tersebut tinggal menunggu agenda putusan majelis hakim. Ia berharap, putusan majelis hakim terhadap kliennya itu dipertimbangkan dengan seadil-adilnya.

“Kita serahkan saja ke majelis hakim, kita minta agar majelis bijak dalam memutuskan perkara ini,” tandasnya.
Sebelumnya, Jaksa penuntut umum Kejari Ambon, menuntut Muhhaykal Saputra alias Haykal, dengan pidana penjara selama 8 tahun dalam persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (27/4).
Pria 20 tahun, warga Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.800 juta subsider tiga bulan kurungan.
Penuntut umum dalam pertimbangan meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan, terdakwa belum pernah di hukum, terdakwa juga mengakui perbuatan, sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika sesuai amanat UU.

Sesuai fakta persidangan, perbuatan terdakwa terjadi, 6 November 2020, sekitar pukul 11.00 WIT, tepatnya di tempat pengiriman barang di J & T Kawasan Gadihu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Awalnya, petugas menerima informasi dari informan, kalau terdakwa akan menuju tempat pengiriman barang di kawasan Gadihu untuk mengambil barang yang di pesan dari Makassar, berupa satu paket berisi tembakau sintetis.

Atas informasi tersebut, petugas Sat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease melakukan pemantauan di TKP, kemudian melihat terdakwa datang mengambil barang haram tersebut.

Tidak menunggu lama, terdakwa langsung diamankan tanpa ada perlawanan. Terdakwa kemudian dibawa ke kantor Polresta Ambon untuk dilakukan interogasi lanjut. Dari pengakuan terdakwa, benar, mempunyai paket tembakau sintetis tersebut.(SAD)

Comment