by

Peminat Baca Buku Meningkat

Ambon BKA- Selama pandemi Covid-19, jumlah pembaca buku di kota Ambon meningkat, jika dibandingkan dengan kondisi normal sebelumnya. Menariknya, peningkatan jumlah pembaca buku ini secara offline pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon.

Sementara untuk pembaca lewat internet (online), diakui hanya sedikit. Jauh dibanding pembaca secara offline. Sehingga dinilai, pelajar di kota Ambon punya minat baca yang sangat tinggi.

Meski terbilang banyak pembaca secara langsung, namun protokol kesehatan tetap dikedepankan bagi petugas maupun para pengunjung yang ada.

“Buku-buku itu penting, karena pelajar di Ambon inikan kalau punya tugas harus melihat referensi dari buku,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon, Petrus Pattiasina, kepadawartawan, Kamis (18/3).

Dengan kondisi pandemi saat ini, terang dia, pihaknya memakai polaalternatif untuk pembaca. Seperti rolling buku dari dinasnya ke desa/negeri dan Kelurahan yang ada di Kota Ambon.

“Sistemnya orang yang datang baca buku, nanti baru dia tanda tangan absensi. Itu dianggap sebagai kehadiran peminat baca di perpustakaan. Karena buku yang digunakan untuk baca, itu buku perpustakaan,” sebutnya.

Disinggung apakah pembaca wajib rapid test, Petrus mengaku tidak. Asalkan para pembaca bisa menerapkan protokol kesehatan. Karena kota Ambon masih dalam kondisi Covid-19.

“Terpenting protokol kesehatan jalan. Sebab kalau kita buat wajib rapid test, maka anak sekolah tidak akan datang baca buku diperpustakaan. Jadi protokol tetap jalan saja,” pungkasnya. (IAN)

Comment