by

Pemkab Buru Bantu Korban Banjir di Waeapo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membantu warga korban banjir di daratan Waeapo, yakni di Kecamatan Waeapo, Waelata dan Lolong Guba, Rabu (14/7).

Berdasarkan data BPBD Buru, ada sekitar 300 rumah warga di dataran Waeapo yang terendam banjir saat hujan deras sejak Senin (12/7) lalu. Dimana wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi itu meliputi dataran Waeapo, yang dialiri sungai Waeapo dan Waelata.

Kepala BPBD Kabupaten Buru, Hadi Zulkarnain mengatakan, terhitung sejak tanggal 11 Juli pekan kemarin, curah hujan di dataran Waeapo sangat deras hingga mengakibatkan Sungai Waeapo meluap dan masuk ke permukiman warga.

“Yang terdampak diperkirakan kurang lebih 300 rumah yang sudah terdampak akibat banjir dari luapan Air Waeapo, tanggal 11 sampai hari kemarin itu,” ungkap Hadi, kepada wartawan, Kamis (15/7).

Menurut dia, sejauh ini pemerintah daerah sudah mengambil langkah tanggap darurat untuk memberikan bantuan ke beberapa lokasi terdampak di dataran Waeapo.

“Khusus untuk Desa Waihata, Kecamatan Waelata, itu kita sudah memberikan bantuan. Lalu untuk Dusun Air Mendidi dan Flamboyan Desa Waenetat, serta Kecamatan Lolong Guba, Desa Ohilahin, Dusun Utramalahing, itu sudah kita respon, rincinya.

Kata dia, batuan yang diberikan berupa beras dan mie instan. Sehingga jika stok bantuan berkurang, akan dibuatkan pengajuan kembali ke Pemkab Buru. “Dan insya Allah dalam waktu dekat kita juga akan memberikan bantuan untuk desa lain, yang sampai hari ini masih dilanda banjir,” sebut Hadi.

Dia menjelaskan, banjir disebabkan curah hujan cukup tinggi dan meluapnya sungai Waeapo. Namun, pihaknya belum melakukan evakuasi lantaran banjir tidak terlalu parah.

“Dengan meluapnya sungai ini, mengakibatkan terendamnya beberapa permukiman seperti di Kecamatan Waeapo, Dusun Flamboyan dan Air Mandidi Desa Waenetat dan Kecamatan Waelata Desa Parbulu. Sementara untuk Kecamatan Waelata Desa Waetina dan Desa Waeleman,” ungkapnya.

Hadi juga menambahkan, untuk Desa Waetina harus ada perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Maluku lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku, guna membangun talud penahanan air agar tidak terjadi luapan dari Sungai Waeapo.

“Kalau untuk Desa Waetina, harus ada perhatian khusus dari PU Provinsi dan Balai Sungai, sehingga bisa merespon apa yang kami sampaikan. Dan kita juga selalu memantau jembatan yang membantangi unit 11 dan unit 6,” tutup Hadi. (MSR)

Comment