by

Pemkab Buru Bayar Tunjangan Sertifikasi Guru

Ambon, BKA- Dalam waktu dekat, Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau sertifikasi guru triwulan IV tahun 2020 untuk Kabupaten Buru, akan dibayarkan.

Saat ini, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buru sedang memproses pencarian anggaran tersebut, untuk melakukan pembayaran bagi guru-guru yang berhak.

Kepala BPKAD Kabupaten Buru, Mohammad Hurry, mengatakan, tunjangan sertifikasi guru sudah dalam tahap pencairan. Hal itu setelah penandatanganan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh Kuasa Bendahara Umum Daerah, pada 7 April 2021 lalu.

Menurut Hurry, keterlambatan pembayaran tunjangan tersebut telah mendapat protes dari mahasiswa di Kota Namlea dalam bentuk demo, beberapa waktu lalu.

“Terkait dengan sertifiasi guru dan tunjangan penghasilan guru yang beberapa waktu selalu menjadi sorotan dari adik-adik mahasiswa, alhamdulillah kemarin kita sudah keluarkan SP2D untuk triwulan yang dipermasalahan, yakni, triwulan empat dan tunjangan penghasilan triwulan empat seluruhnya sudah dibayarkan,” kata Hurry.

Untuk mekanisme pembayaran tunjangan sertifikasi guru tersebut, jelasnya, setelah ada Surat Keputusan (SK) atau Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, maka akan diterbitkan SP2D dan pembayaran langsung ke rekening masing-masing guru penerima.

“Jadi mekanisme pembayarannya dari SK atau SPM yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian kita menerbitkan SP2D. Dan dana tunjangan profesi tambahan penghasilan itu langsung ditranfer ke masing-masing rekening guru,” ujar dia.

Lanjutnya, uang tunjangan profesi tersebut tidak pernah masuk ke rekening Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, melainkan langsung ke rekening penerima.

“Jadi tidak ada dana yang singgah di bendahara Dinas PK, hanya SP2D-nya atas nama bendahara, tapi transfer uangnya langsung di ke rekening masing-masing guru yang menerima sertifikasi guru. Karena dalam SK penetapan penerima tunjangan profesi guru itu telah dicantumkan nama address dan nomor rekening masing-masing guru. Sehingga tidak benar, bahwa uang itu akan singgah di bendahara Dinas PK,” sambungnya.

Hurry menambahkan, jadi ada tiga tunjangan, yakni, tujangan profesi guru, tunjangan khusus guru dan tambahan penghasilan guru.

“Itu semua sudah diselesaikan (dibayarkan). Kalau tambahan pengahasilan, malahan duluan dibayarkan. Kalau profesi, yang baru kemarin SP2D-nya, jadi baru dibayarkan,” kuncinya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Muhtadi, mengatakan, pasca aksi demo mahasiswa terkait tunjangan profesi guru, yang dilakukan beberapa kali di kantornya, beberapa waktu lalu, akan dituntaskan.

Setelah rekonsiliasi data dengan pemerintah pusat, akhirnya dananya telah diturunkan. Sehingga Kuasa Bendahara Umum Daerah, telah menandatangani SP2D.

“Tuntutan itu sudah kita respon, kita inten berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar ini segera dicairkan. Jadi guru-guru yang memperoleh sertifikasi ini tinggal menunggu cairnya uang tersebut ke dalam rekening masing-masing,” kata Muhtadi, Kamis (8/4).

Demi kesejahteraan guru-guru, kata dia, pihaknya menunggu informasi dari guru-guru maupun masyarakat, terkait perkembangan proses pembayaran tunjangan sertifikasi guru itu.

“Bagimana nanti pelaksanaannya, kita ingin mendapatkan informasi feedback juga dari masyarakat, dari para guru juga, apakah di Minggu ini sudah terima atau belum. Apabila Minggu besok (pekan depan) ternyata ada yang belum, diharap agar segera menyampaikan ke kita, sekolah mana yang belum memperoleh tunjangan,” ujar dia.

Menurut dia, pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab Kejaksaan Negeri Buru, demi memajukan pendidikan dan kesejahteraan guru-guru.

“Dan ini sebagai upaya mendukung dunia pendidikan dan kesejahteraan guru yang lebih baik, ini juga merupakan konsentrasi dan tanggung jawab kami,” pungkasnya. (MSR)

Comment