by

Pemkab Buru Bolehkan Shalat Idul Fitri di Masjid

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru bolehkan masyarakat untuk melaksanakan shalat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, di masjid-masjid yang ada maupun di lapangan.

Hal tersebut berdasarkan, surat edaran Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas nomor 03 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi yang ditandatangani, Senin 5 April 2021 lalu.

Surat edaran tersebut terdapat sejumlah kelonggaran, yakni memperbolehkan kegiatan-kegiatan ibadah dengan kapasitas 50 persen ruangan untuk wilayah berzona hijau dan kuning. Sementara mengenai pelaksanaan shalat Ied di lapangan, mesti mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran, menjaga jarak, memakai masker, perlengkapan solat pribadi, dan kapasitas hanya 50 persen saja.

Sekertaris Satgas Covid-19 Kabupaten Buru, Azis Tomia mengatakan, shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka, dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.
Menurut dia, surat edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan. Sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19.

“Jadi kalau khusus untuk lebaran shalat Ied itu ada surat edaran dari pak menteri agama. Yang pertama diatur itu nanti ada jarak, artinya boleh shalat di masjid tapi nanti ada penerapan protokol kesehatan. Boleh di masjid dan boleh di lapangan, tapi prisipnya harus mempergunakan protokol kesehatan. Kita sesuaikan dengan aturan dari kementrian agama,” tandas Azis, kepada BeritaKota Ambon, Minggu (9/5).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Buru ini berharap, untuk masyarakat yang paling utama adalah menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berharap masyarakat ini yang pertama taat protokol kesehatan, agar situasi zona kuning yang sudah ada sekarang ini mampu kita dijaga, bahkan kita hijaukan. Karena satu-satunya cara untuk terhindar dari Covid-19 adalah penerapan protokol kesehatan,” pesannya.

Dirinya juga meminta masyarakat kabupaten bertajuk Rete Mena Bara Sehe ini, agar segera melakukan vaksinasi Covid-19. “Kami juga menghimbau yang belum vaksin segera vaksin. Mari sama-sama di seluruh puskesmas tersedia, teman-teman kesehatan sudah siap untuk melaksanakan vaksin,” ajaknya.

Dia menambahkan, masyarakat tidak boleh khawatir dengan penyuntikan vaksin Covid-19, dikarenakan sampai saat ini masih aman.
“Tidak usah khawatir, Alhamdullah sampai dengan saat ini tidak ada gejala yang berlebihan terhadap yang sudah melaksanakan vaksin,” tutupnya. (MSR)

Comment