by

Pemkab Buru Refocusing Rp 53 Miliar Untuk Covid-19

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru kembali merefocusing atau melakukan perubahan alokasi anggaran, untuk penanganan dan pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buru, Mohammad Hurry, kepada BeritaKota Ambon, Senin (12/4).

Hurry mengungkapkan, anggaran yang direfocusing itu dari Dana Alokasi Umum Tambahan (DAUT) pemerintah pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Masing-masing anggaran itu direfocusing sebesar 8 persen, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan atau PMK.

“Iya, itu dari dana APBD, dana DAUT dan belanja bagi hasil, setelah dikurangi gaji dan sebagainya belanja-belanja wajib. Refocusing anggaran ini sesuai dengan PMK Nomor 17 tahun 2021 itu sebesar 8 persen dari dana APBD sebesar Rp 38 miliar. Kemudian dana DAUT kita yang dipotong oleh pemerintah pusat, pengurangan sebesar Rp 15 miliar. Jadi totalnya Rp 53,5 miliar itu yang akan direfocusing,” kata Hurry.

Dia menjelaskan, refocusing ini akan diarahkan untuk penaganan penyelesaian atau pelaksanaan penaganan Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi.

Lanjut Hurry, anggaran yang akan dialokasi tersebut untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Daerah Kabupaten Buru yang menjalankan pemulihan ekonomi, demi meningkatkan ekonomi daerah dan masyarakat.

“Rp 38 miliar ini akan diarahkan untuk beberapa OPD yang melaksanakan tupoksi yang terkait dengan pemulihan ekonomi daerah, kemudian terkait dengan dukungan belanja kesehatan. Mungkin akan diarahkan ke situ,” ujar dia.

Khusus untuk pemulihan ekonomi, katanya, akan disasar pada dinas-dinas terkait perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di kabupaten yang bertajuk Rete Mena Bara Sehe ini.

“Misalnya kalau untuk perlindungan sosial, mungkin di Dinas Sosial. Kemudian untuk pemberdayaan ekonomi, bisa di Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Disperindag, maupun dinas-dinas yang tupoksinya mengarah ke pemberdayaan ekonomi,” ungkapannya.

Selain itu, anggaran yang direfocusing ini juga akan diarahkan untuk kesehatan, yang akan dialokasikan kepada Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea.

“Kemudian untuk belanja kesehatan, mungkin di Dinas Kesehatan dan rumah sakit dan membiayai juga sekretariat Covid-19,” pungkasnya.

Namun terkait penetapan refocusing tersebut, tambahnya, masih belum selesai. Karena batas waktu pelaporan ke pemerintah pusat hingga Mei mendatang.

“Belum ada penetapan refocusing, kita lagi proses, karena ini dikasih batas sampai bulan Mei untuk pelaporannya ke pemerintah pusat,” pungkasnya. (MSR)

Comment