by

Pemkab dan DPRD Aru Diberi Dua Hari Sahkan Perda Adat

beritakotaambon.com – Sasi adat terhadap Kantor Pengadilan Negeri (PN) Dobo, Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, dibuka oleh tetua adat Ursia Urlima, Senin (22/11).

Sebelumnya, tetua adat Ursia Urlima juga telah membuka sasi adat di Bandara Rar Gwamar dan Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, pekan kemarin.

Pantauan BeritaKota Ambon, prosesi ritual buka sasi adat di tiga instansi Pemerintah itu berlangsung damai, dibawah pengawalan ketat aparat Polres Kepulauan Aru.

Ada sejumlah permintaan yang disampaikan tetua adat perwakilan dua raskap Ursia Urlima kepada pimpinan tiga instansi pemerintah tersebut, diantaranya, mempercepat pengesahan Peraturan Daerah (Perda) hak ulayat adat Jar Juir yang hingga kini mengendap di meja wakil rakyat (DPRD).

“Hari ini (kemarin), sasi adat kami buka. Tetapi kami meminta Pemda dan DPRD, secepatnya mensahkan Perda hak ulayat masyarakat adat Jar Juir. Apabila permintaan kami ini tidak direalisasikan, maka resiko ditanggung sendiri,” ungkap tetua adat Ursia Urlima, saat membuka sasi adat di Kantor Bupati Kepulauan Aru.

Selain permintaan tetua adat Ursia Urlima itu, juga dilakukan pemasangan tali adat pada lengan kiri Bupati Kepulauan Aru (Johan Gonga), Wakil Bupati Kepulauan Aru (Muin Sogalrey), Sekda dan seluruh pimpinan OPD dilingkup Pemkab Kepulauan Aru.

Baca juga: Warga Minta Kapal Cepat Singgahi Pulau Babar

Pemasangan tali adat yang terbuat dari kulit kayu pada lengan kiri tersebut dilakukan sebagai bentuk ikatan permintaan mereka (masyarakat adat), agar Perda hak ulayat adat Jar Jur segera diralisasikan dalam kurung waktu dua hari.

“Tali adat yang kami pasangkan di tangan pak bupati, wakil bupati, sekda dan seluruh OPD ini sebagai pesan atau amanat, untuk segera merealisasikan permintaan kami masyarakat adat di Kepulauan Aru, sesuai deadline waktu yang telah kami tentukan,” ucap tetua adat Ursia Urlima menggunakan bahas adat sambil mengikatkan tali adat.

Menyikapi permintaan masyarakat adat Ursia Urlima tersebut, Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Johan Gonga, berjanji akan segera berkoordinasi dengan DPRD, untuk secepatnya membahas dan merealisasikan permintaan masyarakat adat Ursia Urlima tersebut, sebelum selesai batas waktu yang ditentukan.

Janji bupati tersebut dilakukan dengan penyerahan satu gong adat sebagai ucapan terima kasih kepada masyarakat adat Ursia Urlima, karena telah beretikad baik membuka sasi adat di Kantor Bupati, sehingga aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan normal.

Baca juga: Sponsori Taekwondo Maluku, Soarlembe Diapresiasi Dispora Maluku

“Mewakili seluruh Pemda Kabupaten Kepulauan Aru, setelah hari ini (kemarin) sasi adat ini dibuka, maka kami akan secepatnya bergerak untuk memenuhi permintaan masyarakat adat Ursia Urlima, yang tergabung dalam SaveMarafenfen tersebut. Kami akan berkoordinasi dengan DPRD, untuk Perda adat Jar Juir segerah disahkan,” tandas bupati.

Usai membuka sasi adat di kantor bupati, masyarakat adat berarak-arakan menuju DPRD Kepulauan Aru. Setibanya di Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD, Udin Belsigaway, bersama salah satu anggota DPRD lainnya, Yopi Sito Selfanay.

Melihat hanya dua anggota DPRD yang hadir, masyarakat adat Ursia Urlima meminta kepada Ketua DPRD agar segera menghadirkan seluruh anggota DPRD sebelum sasi adat itu dibuka. Apabila seluruh DPRD tidak hadir, maka sasi adat di kantor rakyat itu tidak akan dibuka.

“Kami meminta kepada ketua DPRD, agar segera menghadirkan seluruh anggota DPRD sebelum prosesi ritual adat kami lakukan. Kalau seluruh anggota DPRD tidak hadir di depan kami, maka sasi adat tidak akan kami buka,” ancam tetua adat.

Sambil menunggu kehadiran seluruh anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, perwakilan tetua adat Ursia Urlima bertolak menuju Pengadilan Negeri (PN) Dobo, untuk membuka sasi adat yang terpasang sejak 17 November lalu.

Setibanya di PN, para tetua adat Ursia Urlima disambut Kepala PN Dobo Maju Purba, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Sugeng Kundarwanto, Wakapolres Kepulauan Aru Kompol J Renjaan beserta jajaran. Usai prosesi adat, tetua adat langsung mengikat tali adat di lengan kiri Kepala PN dan Kapolres.

Setelah melakukan pembukaan sasi adat di PN Dobo, tetua adat Ursia Urlima kembali ke Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Aru. Disana telah terdapat 14 anggota DPRD yang menunggu, sedangkan 11 anggota DPRD lainnya diinfokan sedang melaksanakan tugas di luar daerah.

Ketua DPRD Aru, Udin Belsigaway, menyampaikan, setelah sasi adat dibuka, pihaknya akan langsung menggelar rapat internal untuk membicarakan agenda pengesahan Ranperda hak ulayat adat Jar Juir.

Terkait batas waktu yang diberikan hanya dua hari, Belsigaway meminta, agar tetua adat Ursia Urlima dan masyarakat desa Marafenfen untuk meninjau kembali batas waktu yang diberikan untuk merampungkan Perda itu.

“Saya menyampaikan, bahwa kami anggota DPRD adalah penyambung lidah masyarakat. Maka itu, saya akan melaksanakan rapat interen untuk membahas tentang permasalahan ini. Sebab deadline waktu yang di berikan hanya dua hari dan ini bukan hal mudah,” jelasnya.

Namun permintaan Ketua DPRD tersebut tidak disetujui oleh tetua adat dan masyarakat desa Marafenfen. Mereka tetap berkomitmen, batas waktu yang diberikan tidak bisa di tawar lagi. Alasannya, sudah cukup lama DPRD dan Pemkab Kepulauan Aru membahas tentang Perda itu, namun sampai saat ini tidak kunjung selesai. (WAL)

Comment