by

Pemkab MBD Perjuangkan Kuota CPNS Ke Menpan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kabupaten MBD berencana menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) di Jakarta, guna membicarakan kuota CPNS di kabupaten berjuluk “Kalwedo” itu.

Rencana itu merupakan tindaklanjut aksi demo yang digelar sejumlah mahasiswa, yang menilai Pemkab MBD tak mampu memperjuangkan kuota CPNS tahun 2021.

Pasca aksi itu, DPRD melakukan rapat internal lintas komisi. Keputusannya, DPRD MBD bersama-sama Pemkab yang dipimpin Wakil Bupati MBD, Agustinus Lekwarday Kilikily, akan menemui MenPAN-RB.

Ketua DPRD MBD, Azwaris Tunay, mengatakan, demo yang dilakukan mahasiswa tersebut telah menjadi referensi DPRD MBD untuk bergerak.

Untuk itu, dia bersama Bupati MBD telah berkoordinasi dengan BKD Provinsi Maluku dan Gubernur Maluku, untuk mengkomunikasikan persoalan dengan Menpan-RB.

“semalam kami bersama Bupati sudah berkoordinasi dengan Kepala BKD Provinsi dan juga pak Gubernur Maluku, dan langsung kordinasi dengan MenPAN. Namun sementara beliau (MenPAN) posisi di daerah Tegal. Kami juga belum tahu pasti, kapan beliau ke Jakarta. Kita sendiri tidak bisa memastikan kapan, tetapi intinya adalah kita akan segera berangkat. 20 anggota DPRD, Sekwan, Pemerintah Daerah yang diwakilkan oleh Wakil Bupati MBD dan OPD terkait, untuk menindaklanjuti persoalan tersebut,” terangnya.

Dia berharap, kehadiran kedua lembaga itu di MenPAN-RB atau di Komisi ll DPR RI nanti, membuahkan hasil yang memuaskan, sesuai harapan seluruh masyarakat.

”Kita secara utuh DPRD akan melakukan tugasnya dengan baik. Tidak ada yang ingin menang atas nama pribadi dan fraksi-fraksi, tetapi kita secara lembaga akan berperan secara bersama sebagai orang adik-kakak, orang saudara, dalam bingkai lembaga ini, sehingga menjadi utuh didalamnya,” tambah dia.

Secara kelembagaan, Tunay juga meminta partisipasi dari rekan-rekannya lintas fraksi yang ada di DPRD MBD, untuk pada saatnya nanti tidak menggunakan link-link itu untuk kepentingan pribadi di Jakarta. Namun murni untuk memperjuangkan kepentingan bersama.

”Kita ada dalam satu kesatuan lembaga ini, dengan harapan-harapan dari rakyat Maluku Barat Daya dan seluruh elemen. Sehingga perjuangan ini bisa menghasilkan sesuatu yang memuaskan, walaupun agak sedikit tertunda. Tetapi tidak ada kata terlambat,” tutup Tunay.(GEM)

Comment