by

Pemkab SBT dan TNI-Polri Waspada Dampak LA NINA

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) bersama TNI dan Polri, menggelar upacara gelar pasukan dalam rangka kesiapan penaganan bencana alam akibat dampak La Nina.

Upacara yang dipusatkan di lapangan Polres SBT, Senin (16/11), dilakukan karena sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Indonesia akan terdampak La Nina pada akhir 2020 hingga awal 2021.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati SBT, Hadi Sulaiman, mengatakan, La Nina merupakan kondisi anomali suhu permukaan laut Samudera Pasifik, tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin dari kondisi normal. Hal ini dapat menyebabkan tekanan udara pada ekuator Pasifik barat, yang mendorong pesanan awan dan menyebabkan curah hujan berlebih.

Proses La Nina melalui empat tahapan. Mulai dari perjalanan udara laut yang panas, dari pantai Peru- Ekuador ke arah barat, sampai ke wilayah Indonesia.

“Daerah terdampak La Nina terjadi pada bulan Oktober hingga November 2020 di 29 provinsi, kecuali wilayah Sumatera. Di bulan Desember 2020 sampai Februari 2021, itu terjadi di Kalimatan Bagian Timur, Sulawesi dan Maluku-Maluku Utara dan Papua,” tutur Hadi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Maluku ini juga menyampaikan, potensi dampak La Nina seperti angin kencang, gelombang laut, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang, yang bisa menyebabkan terganggunya aktivitas petani di sawah dan kebun.

“Selain itu, hasil tangkapan ikan nelayan dan timbulnya penyakit, seperti, diare, deman, typhus, leptospirosis dan hepatitis A,” ucap Hadi.

Untuk itu, dia berharap, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat bersinergi dengan untuk melakukan upaya meminimalisir dampak La Nina di SBT.

“Atas nama pemerintah daerah, saya meminta semua pemangku kepentingan yang terlibat, baik Polri, TNI, dan OPD terkait, serta masyarakat, untuk selalu tanggap dan bersinergi serta meningkatkan kesiap-siagaan dalam upaya kita bersama menaggulangi bencana La Nina di SBT,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari apel tersebut, Pemerintah Kabupaten SBT dan TNI, Polri dan masyarakat, harus menyiapkan mitigasi dalam menghadapi potensi dampak La Nina di tengah Pandemi Covid-19 ini.

“Pemerintah Daerah agar segera menyusun kebijakan mitigasi potensi bencana hidromenteorologi di tengah situasi Pandemi Covid-19. Dan masyarakat diminta mewaspadai musim hujang hingga 2021,” uangkapnya.

Selain itu, Hadi juga meminta untuk mempersiapkan tempat pengungsian yang layak dan bersih, untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 dan penyakit lain. Serta melakukan optimalisasi sungai, kanal, dan saluran air dan tempat penampungan air seperti waduk. “Semuanya tata kelola kedaruratan harus tunduk pada protokol kesehatan,” tutupnya.

Hadir dalam apel tersebut, Kepala BNPB SBT Usman Keliobas, Wakapolres SBT Kompol La Udin, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Dataran Hunimua Marwan Wahidin, Perwira Penghubung Kodim Persiapan Bula Mayor Infantri Usman, Danki 3 Batalyon B Pelopor Iptu Sardi Duwila, dan Sekretaris Kesbangpol SBT Abdul H. Rumeon.
(BKA-2)

Comment