by

Pemkab SBT Diminta Atasi Lokasi Dampak Bencana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) diminta segera mengatasi sejumlah lokasi yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Bula dan sekitarnya.

Anggota DPRDK Maluku, Alimudin kolatlena mengatakan, ini sudah menjadi hal biasa yang sering terjadi di SBT ketika cuaca ekstrim. Dimana yang sering terjadi adalah gelombang laut dan banjir akibat curah yang tinggi.

Nah, itu dibeberapa ruas jalan sering terjadi banjir dan itu sudah terjadi berulang-ulang kali. Pasti ada banjir kalau dimusim penghujan, sehingga ini perlu ada perhatian serius dari pemerintah kabupaten setempat, untuk segera mengambil langkah-langkah pada lokasi-lokasi bencana,” tandas Alimudin, kepada Koran ini, Kamis (8/7).

Menurutnya, kondisi itu sering terjadi pada beberapa lokasi perkantoran dan sering menjadi keluhan warga. Dan hal ini menimbulkan korban jiwa maupun kehilangan harta benda akibat banjir yang melanda Kota Bula dan sekitarnya.

Maka selaku representatif dari masyarakat SBT, lanjut dia, meminta adanya perhatian serius dari Pemkab SBT lewat dinas terkait, agar lebih tanggap terhadap berbagai persoalan yang sering terjadi di SBT akibat cuaca ekstrim. Baik tanggap darurat maupun proses perancanaan yang matang, sehingga prosesnya dapat berjangka panjang.

“Jadi ada perancanaan yang matang, kaitanya dengan antisipasi titik-titik rawan bencana banjir. Sehingga kedepan diharapkan tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti sekarang ini,” harapnya.

Sebagai putra SBT, dirinya menilai, sejauh ini kurang ada perhatian dari pemerintah setempat. Karena itu, pemerintah harus sungguh-sungguh lebih memperhatikan pelayanan terhadap masyarakat. Dalam mengantisipasi kondisi banjir yangs sering melanda Kota Bulan dan sekitarnya.

“Di perkantoran itu sering terjadi langganan banjir, apalagi di Kantor KPUD SBT dan itu berlangsung sudah cukup lama. Bahkan bertahun-tahun, tapi pemerintah belum bisa mengambil langkah-langkah mengatasinya,” bebernya.

Ia menambahkan, dalam mengatasi sejumlah kasus kebakaran yang terjadi di Kota Bula, juga menjadi keluhan warga. Lantaran Pemkab SBT sampai saat ini belum memiliki mobil pemadam kebakaran (damkar). Dan kondisi ini juga sudah berlangsung cukup lama sejak SBT lepas dari kabupaten induknya, Maluku Tengah (Malteng).

“Itu kemarin ada beberapa kejadian kabakaran di Kota Bula dan yang dikeluhkan itu, karana tidak ada mobil Damkar. Dan situasi ini juga sudah cukup lama. Kok Pemda SBT sampai saat ini belum punya mobil Damkar ini ? ini kan anehnya. Apalgi lagi kondisi permukiman warga di Kota Bula itu sangat padat. Dan jika ada satu rumah yang terbakar saja, maka sangat mudah merembet ke rumah warga lainnya, terangnya.

Politisi Gerindra ini juga mengkritisi, kalau sejauh ini belum ada satupun desa di SBT yang melakukan proses pemilihan kepala desa (kades). Baik desa administratif naupun desa adat, yang jumlahnya mencapai puluhan desa. Sehingga sering terjadi keterlambatan pelayanan publik pada tingkat desa.

“Kalau itu sudah dilakukan dan sudah ada kades administratif maupun adat, maka secara tidak langsung Pemdes setempat lebih konsen untuk membangun desanya, melayani masyarakat dan mengelola DD dan ADD dengan baik, sesuai apa yang diharapkan pemerintah. Tapi yang terjadi selama ini hanya pejabat krateker dan itu sudah berlangsung bertahun-tahun hingga saat ini, ungkap Alimudin.

Parahnya, penjabat yang ditunjuk berlatar belakang guru dan kepala sekolah. Sehingga dengan rangkap tanggung jawab, maka tugas pokoknya sebagai pengajar sering diabaikan, maka perlu cepat mengambil langkah,” pungkasnya. (RHM)

Comment