by

Pemkab Terus Kaji Ijin Berlayar

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Barat Daya (MBD) terus mengkaji kebijakan ijin berlayar ke kabupaten itu.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten MBD, Herdy Ubro, mengatakan, sebelumnya Pemkab MBD mengeluarkan kebijakan untuk memperketat arus mudik penumpang ke MBD di masa pandemi Covid-19.
Menurut Ubro, meskipun MBD berstatus zona hijau, namun angkutan kapal penumpang hingga saat ini masih diperketat, sebagaimana intruksi bupati.
“Intruksi itu sampai tangal 31 Oktober. Jadi kita tidak bisa rubah itu. Walaupun Ambon sudah aman, tapi kita tidak bisa rubah ketentuan itu. Nanti setelah bulan ini, baru kita kaji kembali untuk ambil langkah selanjutnya. Tidak serta merta Ambon sudah status orange, lalu kita tidak memberlakukan intruksi itu. Kita tidak mungkin terapkan intruksi, tanpa sebuah evaluasi atau kajian. Selama ini kan kita kaji terus sebelum diperpanjang. Jadi kita akan kaji kembali, setelah bulan ini,” ujar Ubro, Selasa (27/10).
Awalnya sesuai intruksi bupati, angkutan kapal hanya diperbolehkan mengangkut penumpang sebanyak 30 orang ke MBD. Namun karena berbagai pertimbangan dan kajian, sehingga jumlahnya dinaikan menjadi 75 orang. Bahkan saat ini, jumlah sudah bertambah.
“Artinya kita selalu melakukan kajian. Bukan saja yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, tapi juga keselamatan semua masyarakat yang ada di MBD. Kita di MBD berbeda. Jadi harus ada pertimbangan yang baik, meskipun sudah zona hijau. Orang lain boleh bicara, tapi kita yang rasakan itu. Jangan hanya merubah tanpa berpikir dampaknya. Pokoknya, kita tidak bisa rubah intruksi sembarangan, karena nanti ada waktunya, baru kita kaji kembali. Kasihan MBD terbatas dalam banyak hal, khusus fasilitas kesehatan. Jadi tolong dipahami keterbatasan itu,” tegas Ubro.
Untuk itu dia meminta, agar berbagai peraturan, khusus intruksi bupati dipatuhi, demi kebaikan dan keselamatan semua masyarakat MBD.
“Intinya, protokol kesehatan harus tetap dipatuhi, meskipun MBD sudah zona hijau. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lantaran kita sendiri tidak patuhi aturan protokol yang ada,” tandas Ubro. (LAM)

Comment