by

Pemkot Apresiasi Tinjauan Smart City di Ambon

Pemerintah Kota (Pemkot) memberikan aprsiasi yang tinggi atas tinjauan lapangan implementasi Smart City di Kota Ambon, yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Yakni lewat program Gerakan Menuju 100 Smart City.

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), PUPR, BPN/Bapennas, Koordinator Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Kementerian PAN RB, guna mewujudkan Kota Cerdas (Smart City). Program ini bergulir pada periode tahun 2017-2019.

Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler mengatakan, program dimaksud telah diterapkan pada 100 kabupaten/kota terpilih. Salah satunya Kota Ambon. Selanjutnya evaluasi terhadap implementasi gerakan Smart City pada setiap kabupaten/kota akan terus dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun.

“Kegiatan tinjauan lapangan ini akan diselenggarakan selama 2 hari secara daring (dalam jaringan). Kita berharap ini bisa berjalan lancar,” pinta Hadler, saat membaca sambutan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, di sela-sela kegiatan tinjauan lapangan, terkait implementasi Smart City, yang berlangsung di ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon, Senin (24/5).

Politisi PPP ini mengaku, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembimbingan tentang cara melakukan evaluasi program smart city. Serta melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil evaluasi yang diperoleh dalam kurun waktu 2018-2020. Sekaligus diharapkan dapat membantu daerah untuk meningkatkan nilai evaluasi di tahun ini.

“Dalam membangun Ambon Smart City, terdapat 6 dimensi terkait pembangunan kota cerdas tersebut. Yaitu smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment,” tuturnya.

Dia menambahkan, evaluasi smart city saat ini, Kota Ambon memiliki 6 program kerja unggulan. Dimana 1 program kerja, mewakili setiap 6 dimensi smart city tersebut.
Program kerja unggulan dimaksud yaitu Pembangunan Command Center (Dinas Kominfo dan Persandian), Fasilitas Pengembangan Karya Musik (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan), Pengembangan Urban Farming dan Pertanian Organik (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan), On The Sp On The Spot Promotion KB dan Pelayanan KB mobile (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana).

“Kemudian Forum Anak Kota Ambon, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat dan Desa (DP3AMD), serta Pembuatan Bank Sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP),” tutup Hadler. (IAN)

Comment