by

Pemkot Bangun Kerja Sama Dengan BPJS

Ambon, BKA- Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) telah membangun kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), terkait program perlindungan sosial ketenagakerja bagi pekerja rentan.

“Jadi yang masuk dalam kategori pekerja rentan itu adalah pekerja yang bukan menerima upah,” tutur Kepala Disnaker Kota Ambon, Stiven Patty, saat dikonfirmasi wartawan via handphone, Selasa (27/4).
Ia menjelaskan, kalau pekerja yang menerima upah, seperti karyawan perusahaan. Sedangkan yang masuk dalam program tersebut seperti para tukang ojek, nelayan, petani, pedagang asongan dan sebagainya.

“Jadi yang dikategorikan dalam program kerja sama antara pemerintah kota dengan BPJS itu adalah pekerja-pekerja informal. Misalnya seperti nelayan, petani pedagang asongan tukang ojek dan lain-lain. Yah mereka yang usaha sendiri,” tandasnya.
Dalam program itu, sebut Stiven, Pemerintah Kota Ambon membayar iuran asuransi kepada BPJS untuk para pekerja rentan. Dan program ini sudah berjalan. Sehingga diharapkan dapat membantu pekerja rentan di Kota Ambon.

“Jadi intinya, mereka yang dalam kategori ini, mereka yang tidak menerima upah yang tadi saya maksud. Seperti nelayan murni. Yang dia mencari nafkah dengan barang miliknya. Misalnya dia punya bodi atau perahu sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebanyak 25 ribu pekerja rentan yang ada di Kota Ambon sudah dilindungi lewat program tersebut. Masih ada banyak pekerja rentan yang belum terdaftar. Tetapi pihaknya tidak bisa mengambil kebijakan sepihak.

“Memang masih banyak pekerja rentan. Tapi kita mengacu pada satu KK, satu pekerja rentan. Jadi dalam KK itu, yang kita lindungi adalah pekerjanya. Terkait perlindungan ada dua. Satu keselamatan kerja dan jaminan kematian sebesar 2 juta,” sebutnya. (IAN)

Comment