by

Pemkot Batasi Pesta Kembang Api

Ambon, BKA- Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Ambon akan membatasi perayaan pesta kembang api dan acara lainnya yang bersifat kerumunan. Ini agar tidak menimbulkan kluster baru dalam peringatan Hari Kelahiran Yesus Kristus dan perayaan Tahun Baru 2021.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, kepada wartawan mengaku, pihaknya telah mengambil kebijakan dan telah menandatangani surat edaran tersebut.

“Sudah mengambil kebijakan, dan saya sudah tanda tangan surat edarannya untuk ditujukan kepada semua masyarakat,” kata Richard kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskan, kondisi Kota bertajuk Manise ini, masih berada dalam pandemi Covid-19. Untuk itu, kegiatan yang bersifat menimbulkan kerumunan harus dikurangi, untuk menghindari penyebaran Covid-19.
“Ini semua agar pada saat kita masuk tahun baru 2021 itu, kita bisa mendapatkan kondisi yang lebih baik. Makanya edaran itu sudah jelas untuk kegiaatan hura-hura pada perayaaan Natal, atau pesta kembang api kemudian pesta lain tidak boleh ada,” tegasnya.

Selain itu, ungkap Richard, demi menghindari penyebaran Covid-19, Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Ambon dihimbau untuk tidak menggelar open house saat Natal tiba.

“Saya juga sudah intruksikan bagi seluruh ASN, Pemkot untuk tidak Open House. Sebab mereka harus menjadi contoh. Intinya, mulai dari walikota, wawali, sekkot dan ASN tidak ada open house. Cukup syukur di rumah masing-masing,” terang dia.

Politisi Senior Golkar ini menambahkan, pemerintah kota juga telah melakukan koordinasi dengan para tokoh agama Kristen untuk bisa mengurai waktu ibadah. Agar bisa sesuai dengan Protokol Kesehatan, sehingga pergerakan Covid-19 dapat ditekan.

“Saya sudah menghimbau jadwal ibadah itu diurai, biasanya itu tanggal 24 Desember malam dan 31 Desember malam. Kalau bisa waktunya itu nanti diurai empat kali ibadah, supaya masayarakat yang hadir harus tertib protokol kesehatan,” kunci Richard. (BKA-1)

Comment