by

Pemkot Didesak Sikapi Krisis Air Bersih

Ambon, BKA- DPRD Kota Ambon, kembali mendesak agar Pemerintah Kota segera menyikapi krisis air bersih yang masih terjadi di sebagian wilayah kota Ambon. Dengan mengevaluasi kinerja PDAM dan DSA untuk segera melakukan survei terhadap sumber air bersih dan membangun bak penampung.

Data yang dimiliki koran ini, sesuai penjelasan Plt Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sekaligus Direktur PT Dream Sukses Airindo (DSA) sekitar Maret 2020 lalu, pihaknya akan melakukan survei untuk mencari titik-titik sumber air untuk memperbanyak debit air bersih bagi masyarakat selaku pelanggan.

Bahkan pihaknya mengaku, jika memasuki musim hujan atau terjadi hujan dalam kurun waktu yang cukup lama, maka debit air bisa bertambah. Sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih setiap hari.

Naasnya, upaya tersebut belum nampak hingga saat. Padahal, sejak pertengahan 2020 pulau Ambon memasuki muhim penghujan. Bahkan diakhir tahun hingga awal Januari 2021, Ambon masih terjadi hujan akibat fenomena La Nina, sesuai prakiraan BMKG.
Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono menilai, persoalan krisis air bersih ini akan menjadi salah satu agenda prioritas DPRD di awal tahun 2021. Sebab, hingga saat ini, sebagian masyarakat khususnya di kecamatan Sirimau, belum menikmati air bersih dengan baik.

Sehingga perlu disikapi serius oleh Pemerintah Kota Ambon, agar PDAM dan DSA benar-benar melakukan survei terhadao sumber air bersih dan kemudian membangun bak penampung, agar dapat disalurkan kepada masyarakat ketika debit air berkurang.
“Persoalan krisis air bersih ini kan sudah lama. Ini akibat sumbernya sedikit tapi pelanggannya bertambah. Di tahun lalu kan DPRD sudah dudukan persoalan ini. Kalau bisa harus ada survei terkait sumber air. Mungkin dengan kasuistis di daerah Sirimau, dengan kondisi ini DPRD meminta Pemkot serius terkait survei potensi sumber air, kemudian bangun bak penampung yang representative untuk melayani masyarakat. Itu yang harus segera dilakukan,” ungkap Latupono, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (11/1).

Anggota DPRD 3 periode ini mengaku, akan segera berkoordinasi dengan Komisi II untuk kembali memanggil PDAM dan DSA serta dinas-dinas terkait, untuk mengecek sejauh mana upaya yang dilakukan untuk mencari tambahan debit air, demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih kesulitan memperoleh air bersih.

“Nanti ini akan disampaikan ke Komisi II, untuk segera memanggil PDAM dan DSA serta dinas terkait, untuk melihat persoalan ini. Intinya ini akan disikapi terus oleh DPRD dan akan menjadi salah satu agenda prioritas, agar masyarakat dapat menikmati air bersih dengan baik,” tutup Latupono.

Sementara itu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, saat ditemui mengaku, persoalan krisis air bersih menjadi persoalan serius yang disikapi pemerintah kota. Dan hal ini terjadi, akibat debir air yang masih berkurang.

Namun pihaknya, sambung Louhenapessy, terus melakukan evaluasi terhadap kinerja PDAM dan DSA untuk mengupayakan sumber-sumber air bersih untuk masyarakat.
“Krissis air, itu kan masalah serius juga kita. Karena debit air ini kan sangat memprihatinkan. Jadi terus PDAM diupayakan sumber-sumber lain. Jadi memang ini menjadi masalah serius. Sekarang debit air bukan lagi bertambah tapi penduduk bertambah. Soal belakangan ini musim hujan, betul tapi musim hujan itu berapa yang diserap. Teknisnya dari PDAM. Dan soal evaluasi tiap kali itu,” tutupnya. (UPE)

Comment