by

Pemkot Diingatkan Fokus Tangani Bencana Alam

Pemerintah Kota Ambon, kembali diingatkan tidak hanya fokus terhadap penanganan bencana non alam Covid-19 selama PPKM Mikro diterapkan. Tetapi juga harus serius terhadap penanganan bencana alam selama musim penghujan.

Pemkot lewat BPBD harus berpikir langkah-langkah strategis apa yang harus dilakukan. Jangan sampai dengar di masa pandemic, semua orang hanya fokus ke Covid. Lalau bagaimana bencana alam. Maka itu sebagai wakil rakyat, kami kembali ingatkan pemkot agar fokus tangani bencana alam yang terjadi belakangan ini, pinta Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw, saat dihubungi koran ini, Senin (12/7).

Politisi Gerindra ini menyarankan, agar dinas terkait beserta seluruh pemangku kepentingan bisa dilibatkan dalam penanganan bencana alam. Serta bisa mengedukasi masyarakat yang ada pada daerah-daerah rawan bencana, untuk selalu mengantisipasi selama musim penghujan.

“Point yang paling utama adalah memastikan kepada masyarakat, adalah yang dalam kondisi hujan seperti ini mereka betul-betul aman, nyaman dan tentram. Dan harus ada yang bertanggung jawab dan tidak bisa dilepaskan begitu saja. Pemkot harus berkoordinasi sampai tingkat RT,RW terkait daerah rawan bencana, agar ditindaklanjuti dinas terkait, sarannya.

Pria yang akrab disapa Tito ini, juga menyarankan agar dinas terkait melakukan koordinasi dengan seluruh pihak untuk bekerja sama dalam menanggulangi bencana di Kota Ambon.

Poinnya tidak ada yang sulit kalau mau bekerja sama, yang penting dibicarakan agar masyarakat betul-betul merasa nyaman. Bukan sekedar berkata untuk sampaikan ke masyarakat, lalu kalau tidak ada tindakan juga buat apa, terangnya.

Laturiuw juga menyarankan, agar BPBD Kota Ambon bisa segera berkoordinasi dengan PUPR dan PRKP untuk bisa menetapkan wilayah-wilayah mana saja yang dianggap rawan bencana, agar dapat diantisipasi.

Kita tidak perlu harus menunggu sampai timbul korban dulu, baru ada tindakan tanggap darurat dan lainnya. Kami (DPRD) menyadari sungguh ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi kalau tindakan-tindakan pencegahan bisa dilakukan lebih awal, kenapa tidak dikerjakan. Jangan menunggu korban ada baru mau lakukan pencegahan, pesannya.

Disinggung soal rapat bersama dengan dinas terkait, Tito juga mengaku, akan segera melakukan rapat internal dengan komisi I yang membidangi persoalan bencana. Agar bisa mengagendakan rapat bersama dinas terkait, membahas upaya pencegahan serta daerah-daerah mana yang dianggap rawan untuk dilakukan pencegahan.

Sampai dengan saat ini belum ada laporan yang masuk, soal pemetaan wilayah mana yang masuk kategori rawan bencana di musim penghujan. Ini akan jadi masukan untuk dirapatkan nanti. Kita sementara melihat kondisi PPKM ini dulu baru kita tentukan agenda, tutupnya. (UPE)

Comment