by

Pemkot Diminta Serius Survei Belajar Tatap Muka

Ambon BKA- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon diminta serius dalam melakukan survei belajar tatap muka, yang sementara dilakukan terhadap orangtua.

Pasalnya, survei tersebut akan membantu Pemkot Ambon untuk memutuskan, apakah belajar tatap muka bisa dilakukan atau tidak pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

“Karena untuk memutuskan belajar tatap muka atau tidak, tergantung persetujuan orangtua. Jadi survei yang sementara dilakukan oleh pemkot itu, harus diseriusi dengan baik. Supaya secepatnya kita bisa mendapat kepastian soal belajar tatap muka. Kalau orangtua tidak setuju, ya, kita lanjut belajar Daring. Tapi kalau setuju kan, harus belajar tatap muka,” kata Wakil Kepala SD Negeri 1 Galala, Daniel Erupley, Rabu (13/1).

Hal tersebut disampaikan Erupley, karena proses survey sementara dilakukan saat ini. Dan menurutnya, itu dilakukan hanya lewat link. Dimana link yang dibuat oleh Pemkot itu awalnya dibagikan lewat sekolah, baru dilanjutkan ke orangtua lewat aplikasi wathsaAp. Tanpa ada penjelasan detail terkait proses survei tersebut kepada sekolah maupun orangtua.

Dengan proses itu, dia khawatir link surbei tersebut tidak direspon oleh orangtua. Karena selain kesibukan orangtua, tingkat pemahaman orangtua terhadap media teknologi juga masih sangat minim. Tidak semua orangtua bisa membuka link tersebut.

“Jadi surveinya lewat link yang dibagi ke seluruh guru dan guru sebarkan ke orangtua untuk isi pertanyaan-pertanyaannya. Dengan alur seperti itu, kita belum bisa pastikan semua orangtua rerspon. Karena kita tidak diberikan kewenangan untuk mengecek itu. Jadi kita tidak tahu orangtua menjawab semua pertanyaan yang ada atau tidak? Pemkot juga lepas begitu saja, tidak kawal itu secara baik. Tidak ada peraturan detail soal proses survei itu. Jadi kesannya, supaya terlihat dinas bekerja, padahal tidak. Kan hasil survei ini sangat penting, sehingga dilakukan. Jadi sebenarnya ada hal-hal yang mengikat, supaya bisa tahu orangtua pada sekolah mana saja yang isi. Atau juga bisa mengetahui, berapa persen orangtua yang respon link itu. Ini tidak, pemkot lepaskan begitu saja. Bahkan tidak tidak ada batas waktu, jadi tidak tahu kapan proses survei ini selesai. Sehingga dimintakan, agar pemkot serius soal proses survei yang sementara dilakukan, supaya hasilnya juga bisa secepatnya didapat,” paparnya.

Selain link yang dibagikan secara online, menurutnya, Pemkot Ambon juga perlu menyiapkan alternatif survei yang lain. Supaya tidak hanya berharap pada hasil survey lewat link. Karena tidak semua orangtua bisa membuka link, kemudian mengisi serta mengirim kembali.

“Labih baik bagi angket di sekolah saja, supaya manual. Kita juga bisa kontrol. Dari pada begini kan tidak ada hasilnya. Minggu kemarin itu sudah dibagi linknya. Soal selanjutnya, kami tida tahu. Jadi, kita tinggal menunggu saja keputusan pemkot soal belajar tatap muka. Entah sampai kapan, kami tidak tahu. Intinya, apapun alur yang digunakan, diharapkan secapatnya bisa memberikan kepastian kepada sekolah soal belajar tatap muka. Karena anak-anak sudah jenuh belajar dari rumah,” pungkas Erupley. (LAM)

Comment