by

Pemkot Diminta Sosialisasi Vaksin Covid-19

Ambon, BKA- Pengadaan vaksin Covid-19 oleh Pemerintah Pusat kepada Provinsi Maluku, belum dapat dipastikan kapan akan terealisasi. Namun Pemerintah Kota Ambon diminta segera mensosialisasikan vaksin tersebut secara maksimal, agar masyarakat dapat mengetahui manfaat dari vaksin tersebut.

Sebab belakangan ini muncul isu-isu hingga beredar pemberitaan terkait salah satu warga yang lumpuh akibat diberikan vaksin Covid-19. Video tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi terkait vaksin itu.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Ambon, Saidna Azhar Bin Tahir, mengaku, telah melihat video berdurasi 1 menit 8 detik terkait salah satu TKW asal Madiun yang diduga lumpuh akibat diberi vaksin Covid-19. Video tersebut saat ini beredar di youtube dan menimbulkan kecemasan di masyarakat.

Untuk itu, lanjut dia, rencana pengadaan vaksin untuk Maluku yang diperkirakan sebanyak 1,1 juta, khusus untuk Kota Ambon belum sepenuhnya diketahui masyarakat. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi yang maksimal dari Pemerintah Kota.

“Kita sendiri belum tahu apa sebenarnya bentuk dari vaksi itu. Kemudian muncul spekulasi dan perspektif di tengah masyarakat terkait dengan vaksin itu sendiri. Belum lagi dengan informasi yang beredar baik di medsos terkait dugaan ditemukan efek samping, katakanlah dari vaksin itu sendiri. Maka perlu ada sosialisasi secara massiv di tengah masyarakat, agar dapat lebih dipahami terkait vaksin itu sendiri,” ungkap Saidna, saat dikonfirmasi koran ini, Minggu (15/11).

Politisi PKS ini menilai, jika tidak dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait vaksin Covid-19 yang direncanakan pemerintah, maka akan menimbulkan ketidaktahuan masyarakat. Bahkan ditakutkan, sebagian masyarakat punya rasa ketidakpercayaan terhadap vaksin tersebut hingga menolak untuk diberikan vaksin.

“Maka penting bagi pemerintah kota untuk harus membuat rencana untuk melakukan sosialisasi terkait pengadaan vaksin itu. Sejauh ini juga, kita belum mengagendakan atau belum membahas terkait pengadaan vaksin ini sendiri antara pemerintah dan DPRD,” ujarnya.

Dijelaskan, jika ada waktu luang, maka komisi I akan megundang Dinas Kesehatan dan stakeholder lainnya untuk membahas terkait rencana pengadaan vaksin Covid-19 untuk kota Ambon. Pasalnya, DPRD sementara disibukan dengan pembahasan APBD 2021 Kota Ambon yang harus diparipurnakan pada akhir bulan ini.

Dan sambil menunggu pembahasan atau penjelasan terkait rencanaan pengadaan vaksin tersebut, maka perlu dilakukan sosialisasi vaksin Covid-19 oleh dinas terkait kepada seluruh masyarakat kota Ambon. Agar lebih dipahami terkait manfaat dari vaksin tersebut.

“Tentu kita akan panggil nanti dinas kesehatan untuk menjelaskan terkait pengadaan vaksin yang nantinya diterima kota Ambon. Alangkah baiknya dilakukan sosialisasi secara maksimal, sehingga masyarakat lebih mengetahui terkait vaksin tersebut,” harap Saidna. (UPE)

Comment