by

Pemkot Diminta Uji Coba Belajar Tatap Muka

Ambon, BKA- Jelang PSBB Transisi jilid VIII, Pemerintah Kota Ambon diminta untuk melakukan uji coba belajar tatap muka bagi para siswa. Mengingat, ada kebijakan bagi para pelaku usaha yang akan diizinkan untuk beroperasi.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally, kepada wartawan, Minggu (25/10).

Politisi PKS ini menilai, dengan kondisi Ambon yang kembali berada pada zona orange (rendah) penyebaran Covid-19, hingga tingkat penyembuhan pasien Covid-19 yang terus meningkat, maka perlu ada upaya dari Pemerintah Kota untuk merevisi Perwali nomor 25 tahun 2020 tentang penegakan protokol kesehatan.

Dimana selain memberikan keringanan bagi para pelaku usaha, maka perlu memikirkan nasib para siswa yang selama ini dipersulit dengan belajar daring (online).

“Banyak keinginan besar dari para orang tua agar sekolah bisa dibuka kembali atau belajar tatap muka. Apakah itu nantinya diatur 50 persen dari jumlah siswa atau jam mengajarnya, itu harus dilakukan uji coba. Yang terpenting, protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan tetap diterapkan pihak sekolah,” saran Wally.

Dikatakan, jika ada kelonggaran bagi pelaku usaha, maka perlu dilakukan uji coba terhadap belajar tatap muka. Sebab selama ini, kata Wally, tidak ada kluster baru terhadap para siswa.

Dan proses belajar daring yang diwajibkan bagi para siswa, sangat berdampak karena tidak diberikan solusi dari Pemerintah Kota terkait masalah kuota internet bagi siswa untuk belajar daring di rumah masing-masing.

“Kalau memang ada rencana untuk membuka kembali bisokop dan tempat usaha lainnya, kenapa sekolah tidak bisa ? Yang penting protokol kesehatan tetap diterapkan. Selama ini kan tidak ada kluster baru bagi anak didik. Justru yang kluster baru itu kebanyakan diatas 50 tahun,” sebutnya.

Ia menilai, belajar daring yang diterapkan justru menjadikan para siswa tidak berpengetahuan. Sebab yang terjadi, para siswa lebih banyak bermain ketimbang belajar. Bahkan pengawasan orang tua terhadap belajar daring juga lemah.

“Kalau selama ini ada para guru yang memberikan les kepada siswa di rumah mereka, lalu apa bedanya dengan uji coba belajar tatap muka. Tinggal bagaimana Pemkot lewat dinas terkait bisa mengaturjam belajarnya atau jumlah siswa. Kalau itu dilakukan, maka Pemkot juga punya empati besar bagi masyarakat kota Ambon,” pungkasnya.

Wally mengaku, hal ini akan diusulkan ke Fraksi Keadilan Pembangunan untuk disuarakan dalam rapat Pansus Covid-19. Sehingga bisa didorong, agar dilakukan uji coba belajar tatap muka oleh Pemkot Ambon.

“Nanti aka saya sampaikan ke ketua Fraks untuk dibicarakan dalam rapat Pansus. Sehingga hal ini bisa didorong ke Pemerintah Kota. Intinya belajar tatap muka perlu dilakukan uji coba,” tandas Wally. (UPE)

Comment