by

Pemkot Masih Kaji PTM

Kendati Dinas Pendidikan Kota Ambon telah menyatakan siap menghadapi proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, namun hal ini masih menjadi kajian dari pemerintah kota. Lantaran zonasi penyebaran Covid-19 masih dianggap fluktuatif atau bersifat naik turun.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku, dengan kondisi perubahan zonasi tersebut, kebijakan yang diputuskan harus lebih baik. Tidak sembarangan dalam mengambil kebijakan yang nantinya merugikan masyarakat yang bisa terpapar Covid-19.
“Zonasi kita masih fluktuasi. Orange ke kuning, kuning balik orange. Maka dari itu, kebijakan PTM harus dikaji secara mendalam dengan data ada, tidak bisa berandai-andai,” tandas Richard, kepada wartawan, Sabtu (29/5).

Politisi Senior Golkar Kota Ambon ini menilai, sejak 23 Mei 2021, kondisi zonasi di Ibukota Provinsi Maluku ini telah berada pada posisi zona kuning (rendah), dan kemudian kembali masuk pada zona orange (sedang) penyeberan Covid-19 dengan skoring 2,4.

“Sebelum kita masuk pada Hari Raya Idul Fitri 1442 (2021) kemarin, Kota Ambon sempat berada di zona kuning dengan jumlah kasus positif covid yang dirawat 40 orang. Tetapi kita sekarang sudah masuk zona orange,” sebutnya.

Oleh karena itu, Walikota dua periode ini meminta agar seluruh elemen-elemen masyarakat yang ada di kota bertajuk Manise ini dapat membantu pemerintah kota dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Mungkin bantu kami dengan terus menerapkan protokol kesehatan ketika aktivitas di luar rumah. Terus taat dan disiplin protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan hindari diri dari kegiatan kerumunan,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan yang tidak menerapkan protokol kesehatan, merupakan kegiatan yang kurang bermanfaat. Maka dari itu, harus tetap menjaga protokol kesehatan. “Mari kita jaga Kota Ambon ini dari ancaman Covid-19,” pesannya. (IAN)

Comment